Sekilas Info

Pelaku KDRT yang Menyebabkan Istri Tewas di Negeri Aboru Maluku Tengah Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka MU, pelaku KDRT yang menewaskan isterinya terancam hukuman penjara selama 15 tahun setelah polisi menjeratnya dengan pasal 44 ayat (3) Undang-Undang nomor nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT. (20/4) (Daniel Leonard)

satumalukuID - Tersangka MU yang diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengan menganiaya isterinya RS hingga tewas pada Rabu, (17/4) pukul 01:00 WIT di Negeri Aboru, kecamatan Haruku, kabupaten Maluku Tengah terancam 15 tahun penjara.

"Saat ini penyidik Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan P.P Lease telah memeriksa tiga orang saksi dan rencananya masih ada satu tambahan saksi lagi guna dimintai keterangan," kata Kasubag Humas Polres p.Ambon dan PP Lease, Ipda Julkisno Kaisupy di Ambon, Sabtu (20/4).

Menurut dia, pasal yang dikenakan terhadap tersangka adalah pasal 44 ayat (3) UU nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT yakni penganiayaan dalam keluarga menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Setelah menyerahkan diri ke Polsek Haruku, tersangka langsung digiring ke Mapolres Ambon dan sementara ditahan di rumah tahanan negara Polres guna menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Peristiwa KDRT ini terjadi sekitar pukul 01:00 WIT bertempat di rumah orang tua korban yang terletak di Negeri Aboru.

Yang menjadi saksi atas peristiwa keji itu adalah anak korban berinisial JU, sedangkan yang membuat laporan polisi ke Polsek Pulau Haruku adalah ES yang menjelaskan pelaku tiba-tiba datang dan mengetok pintu rumah korban, tetapi korban tidak membukanya.

Selanjutnya, MU yang diduga sudah dalam kondisi mabuk ini mendobrak pintu hingga pintu terbuka lalu korban keluar menemui pelaku.

"Saat itu juga tersangka langsung mumukuli korban dengan menggunakan tangan dan besi, juga menendang korban hingga korban tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia," jelas Julkisno.

Pelaku juga dilaporkan sudah sering melakukan penganiayaan kepada korban sehingga perbuatan ini tergolong kekeraan dalam rumah tangga. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!