Sekilas Info

Hitung Suara Beberapa TPS di Ambon Selesai Tengah Malam, Di Saumlaki Ada TPS Baru Bisa Layani Sore Hari

Proses penghitungan surat suara pemilu 2019 pada sejumlah TPS di Kota Ambon berlangsung hingga larut malam membuat seorang saksi caleg atau parpol tertentu terlihat tertidur di kursi pada TPS 08 Kelurahan Karangpanjang, Kecamatan Sirimau pada Kamis dinihari (18/4). (ANTARA/Daniel Leonard)

satumalukuID - Proses penghitungan surat suara yang dilakukan petugas KPPS pada sejumlah tempat pemungutan suara di Kota Ambon berakhir hingga tengah malam.

Ketua KPPS di TPS 08, Wellem Latuheru, di Ambon, Kamis (18/4) menjelaskan, pemilu serentak 2019 yang terdiri dari pemilihan presiden-wakil presiden, DPR, dan DPD, serta DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, itu cukup menguras energi.

"Hingga pukul 00:30 WIT, petugas KPPS di TPS ini masih melakukan penghitungan surat suara yang dicoblos para pemilih untuk para wakil rakyat di DPRD kabupaten dan kota," ujarnya.

Akibatnya saksi-saksi dari para caleg atau partai politik yang kelelahan dan tertidur tanpa menghiraukan lagi proses penghitungan surat suara tingkat kabupaten/kota yang sementara berlangsung.

Kondisi ini bisa dimaklumi karena semua orang, baik KPPS, para saksi, maupun pemilih sudah datang ke TPS sejak pukul 07:00 WIT dan proses pencoblosan berlangsung hingga pukul 13:00 WIT, kemudian istirahat makan siang dan dilanjutkan dengan proses penghitungan pada pukul 14:00 WIT.

Menurut dia, untuk hasil penghitungan surat suara di TPS 08 ini sudah selesai menghitung surat suara untuk pemilihan calon Presiden dan Wapres, caleg DPR RI, serta caleg DPD RI.

Pantauan Antara di Ambon, Rabu malam, sejumlah caleg petahana pada pemilu serentak 2019 baik calon anggota DPD RI maupun DPR RI asal daerah pemilihan Maluku masih unggul pada sejumlah tempat pemungutan suara du Kota Ambon.

Misalnya di TPS 10 Kelurahan Karanpanjang, Kecamatan Sirimau, caleg DPR RI nomor urut 1 atas nama Mercy Barends (PDI Perjuangan) masih menempati posisi teratas dalam perolah suara karena meraih 52 suara dan di TPS 05 mendapatkan 140 suara.

Sedangkan di TPS 08 Kelurahan Karangpanang, Jefry Woworuntu sebagai pendatang baru pada nomor urut 3 dari PDI Perjuangan meraih 68 suara.

Kalau di TPS 20 di Kelurahan Waihoka, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon), Caleg DPD RI atas nama Novita Anakota masih unggul dibanding caleg lainnya DPD lainnya.

Sementara itu, data dan informasi lain yang diterima, datang dari kota Saumlaki ibukota kabupaten Tanimbar. Dilaporkan sampai pukul 21.30 WIT masih dilakukan pencoblosan akibat dari terlambatnya surat suara tiba. Warga baru bisa melakukan pencoblosan pada pukul 15.00 WIT.

Lexson Kulaleen, salah satu tokoh masyarakat di Saumlaki yang juga caleg dari Partai Hanura melalui sambungan telepon selulernya menyatakan, warga disana sampai malam masih antri mencoblos.

Selain itu, katanya, ada 17 TPS di kelurahan Saumlaki, Kota Saumlaki, yang belum melakukan pencoblosan akibat tidak ada surat suara, sehingga pencoblosan akhirnya ditunda.

"Ini akibat surat suara yang ribuan jumlahnya rusak, namun penggantian terlambat didistribusi. Mestinya KPU sudah antisipasi hal-hal seperti begini. Masakan logistik sampai hari H penoblosan jadi kendala. Kan tidak boleh terjadi,"" ungkapnya Rabu malam.

Lexson menyatakan, persoalan baru muncul yakni, sebagian TPS sudah menghitung suara, sementara yang lain masih menoblos dan juga belum menoblos. Hal ini menurutnya, akan berdampak psikologis bagi pemilih yang akan mencoblos calon legislatif.

"Otomatis dampaknya adalah caleg sudah mengetahui jumlah suaranya di TPS yang sudah menghitung, sementara di tempa lain belum coblos. Yah, pemilih yang tadinya sudah punya dukungan, akan berpikir dua kali untuk menoblos yang suaranya kecil di TPS yang sudah ada hasilnya. Ini secara psikologis mengganggu pilihan warga,"" bebernya.  (sm-05/daniel leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!