Sekilas Info

Kakanwil Agama Maluku Ingatkan Warga Bahwa Pemilu Damai Bentuk Ekspresi Beragama yang Positif

satumalukuID - Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku, Fesal Musaad mengatakan mewujudkan pemilu damai merupakan bentuk ekspresi beragama yang positif. Untuk itu,

"Kita harus ingat, bahwa beda itu tidak selalu identik dengan musuh. Perbedaan di antara kita adalah anugerah, given dan pemberian Tuhan. Ibu dan Bapak kita saja beda. Tuhan ciptakan kita semua dari Adam dan Hawa adalah juga beda," ujarnya, Senin (15/4).

Menurut dia, perbedaan harus dihadapi dengan rileks dan santai. Jangan anggap perbedaan itu lawan atau musuh. Kalau perbedaan itu dianggap lawan atau musuh, berarti kita sudah tidak waras dan kita sudah keluar dari fitrah kemanusiaan.

"Ingat bahwa hakikat agama adalah menjunjung tinggi harkat dan derajat manusia dan kemanusiaan," ingatny­a.

Untuk itu menjelang Pilpres dan Pileg 17 April, Musaad berpesan bahwa ada lima hal yang kita laksanakan, pertama terus tetap menjaga pengamalan nilai agama dalan bingkai NKRI, kedua tebarkan kedamaian dengan terus mengedepankan moderasi beragama atau pemahaman agama yang moderat tidak ekstrim kiri dan kanan.

Kedamaian harus kita tebarkan atau sebarluaskan di lingkungan masyarakat, keluarga dan lingkungan tempat kita bekerja atau di manapun kita berada.

"Ingat bahwa damai dan kedamaian adalah pesan utama setiap agama atau inti dari ajaran agama pada hakikatnya adalah menebarkan kedamaian," timpalnya.

Ketiga, lawan informasi bohong sebagai wujud pengamalan nilai agama. Manusia menjadi produk informasi, kadang informasi keliru atau hoax disebarkan tanpa berpikir akibatnya dan tanpa berpikir dosa yang dilarang oleh agama.

Untuk itu mari terus menata nalar agar kita senantiasa berdiri di atas kebenaran. Saring informasi baru shering, tidak telan hoax mentah mentah dan disebarkan, tidak ikut men-share berita berita bohong yang merugikan kita.

Keempat, arahkan energi menjadi positif. Energi kita jangan habis berpikir tentang pemilu, atau caci mencaci dan ujaran kebencian, tetapi energi harus kita arahkan untuk aktivitas yang positif dan kreatif dan bermanfaat.

Dan kelima terus bumikan kearifan lokal orang Maluku yang sangat relegius dan moderat seperti pela gandong, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua, ain ni ain atau kita saling memiliki, hiti hiti hala hala atau ringan sama dijinjing berat sama dipikul, manut anmehe tilur atau kita semua berasal dari satu moyang, kalwedo dan masih banyak kearifan lokal yang merupakan warisan nenek moyang yang berperan sebagai pagar keberagaman.

Menurutnya, bila kedepankan terus lima hal tersebut, ia yakin dan percaya Pemilu akan berlangsung sukses, aman dan damai untuk Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur.

Musaad mengajak seluruh tokoh dan umat di Maluku untuk mengembalikan fungsi agama sebagai pemersatu hubungan persaudaraan antar sesama manusia.

"Saya mengharapkan agar rumah ibadah, simbol agama dan ritual keagamaan tidak dicampuri dengan aktivitas politik yang sifatnya pragmatis. Mari bersama sama tolak politisasi rumah ibadah dan terus memperbanyak ceramah ceramah agama yang sejuk kepada masyarakat," ungkapnya. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!