Sekilas Info

Masa Tenang Pemilu, Warga Maluku Diingatkan Waspada Racun Demokrasi seperti Politik Uang & Hoax

satumalukuID - Pelaksana harian Gubernur Maluku Hamim bin Tahir mengajak warga untuk selalu mewaspadai racun demokrasi yang ditebarkan orang tidak bertanggung jawab pada Pemilu 2019 terutama menjelang dan selama masa tenang hingga pencoblosan 17 April.

"Waspadi racun demokrasi, politik uang, politisasi suku, agama, dan ras, hoaks, fitnah, serta kampanye berujar kebencian, mari kita tolak dan lawan," kata Hamim bin Tahir di Ambon, Sabtu malam.

Ajakan Plh gubnernur ini disampaikan dalam sambutan tertulis dibacakan staf ahli gubernur Halim Datis pada acara doa bersama dan konser Pemilu 2019 yang berlangsung di depan Gong Perdamaian Dunia Ambon.

Menurut dia, Pemilu 2019 diharapkan bukan saja berlangsung secara tenteram dan kondusif di Maluku tetapi juga berlaku secara nasional di seluruh Indonesia.

Pemilu bukanlah barang baru bagi masyarakat Maluku dan sudah dilaksanakan berulang kali, bahkan pilkada gubernur-wagub 2018 baru dilewati dengan aman dan damai.

"Itu pertanda baik sekaligus mengisyaratkan bahwa masyarakat Maluku makin matang dalam berpolitik dan bertanggung jawab," katanya.

Meskipun demikian, kata dia, yang menjadi persoalan kemudian adalah bagaimana perhelatan nasional lima tahunan ini disiapkan secara baik, mulai dari KPU, Bawaslu dan kepolisian serta TNI tetapi juga peran positif parpol, pemda, caleg, dan tim sukses, serta masyarakat pemilih.

"Kita pasti menginginkan pemilu yang berlangsung dengan sukses, namun di balik persiapan yang matang tidak dapat dipungkiri dengan melihat realitas sekarang di mana banyak terjadi gesekan-gesekan politik di dalam masyarakat menjelang pemilu," katanya.

Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bersama terutama bagi parpol peserta pemilu agar menghindari gesekan politik di tengah masyarakat.

Menurut dia, doa bersama ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa di daerah dan semoga doa bersama ini dapat membawa semangat serta spirit kepada parpol di daerah untuk bisa berkompetisi dengan baik untuk Maluku yang lebih baik.

Penyelenggaraan doa bersama serta konser Pemilu 2019 ini menjadi momentum untuk membangun upaya bersama dalam rangka menyukseskan pemilu serentak, dan yang lebih penting adalah bagaimana membangun komitmen dan kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga keutuhan negara.

Ketua KPU Maluku Samsul Kubangun mengatakan pemilu capres-cawapres, calon anggota DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota telah dilakukan serangkaian aktivitas kampanye melalui metode pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, dan rapat umum serta iklan media cetak maupun media online.

"Malam ini kita akan mengakhiri masa kampanye, sesuai tahapan, program, dan jadwal dan memasuki masa tenang pada 14-16 April 2019," ujarnya.

Sebelum mengakhiri masa kampanye, KPU Maluku menyelenggarakan kegiatan doa berama dengan forum komunikasi umat beragama dan para tokoh agama.

Kegiatan doa bersama ini bertujuan meminta doa restu dari para tokoh agama untuk pelaksanaan proses pemungutan dan penghitungan suara pada 17 April 2019 bisa berjalan aman, tertib, dan lancar.

"Kami juga mohon doa agar di tanah bumi raja-raja atau tanah orang bersaudara dan penuh keberagaman dan hidup dalam kerukunan, agar penyelenggara diberikan kekuatan, kesehatan, dalam melaksanakan tugas pemilu," kata Samsul.

Doa restu ini penting sehingga perhelatan proses demokrasi yang dilakukan bisa terberkati dan diberkahi serta diridoi dan akan berlangsung di 11 kabupaten/kota di Maluku dan terdapat 118 kecamatan dan 5.527 TPS berjalan dengan hikmat, bergembira, dan sukses.

Ketua Bawaslu Maluku Abdulrahman Ely mengaku telah melakukan proses apel siaga secara serentak dari provinsi sampai kecamatan sebagai tanda bagi seluruh masyarakat di Maluku bahwa pada masa tenang 14-16 April apel pengawasan secara kontinyu selama 24 jam.

"Proses ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar setiap kemungkinan kecurangan yang dilakukan baik itu berupa serangan fajar maupun pembagian bingkisan atau souvenir yang terlarang dan masuk kategori pidana pemilu dapat dihindarkan," katanya.

Bawaslu juga mengucapkan selamat kepada KPU maupun masyarakat Maluku agar bersama-sama bergandengan tangan menjaga proses ini dengan baik.

Di samping itu Bawaslu menyerahkan seluruh urusan setelah berikhtiar dengan cara meminta kepada seluruh tokoh agama untuk menmanjatkan doa bersama dan mudah-mudahan Provinsi Maluku tidak berada lagi pada posisi empat besar atau terawan empat besar di Indonesia.

Bahkan pada pilkada 2020 nanti mudah-mudahan Provinsi Maluku tidak berada pada urutan yang kelima maupun pada posisi sepuluh besar daerah terawan.

Tokoh agama yang hadir untuk melakukan doa bersama di antaranya Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo, Pastor Agus Ulhayanan, Sinode GPM Pendeta Hendrik Hetary, Ketua Walubi Wilhelmus Yawelrissa, dan Ketua PHDI Maluku, I Nyoman Sukadana. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!