Sekilas Info

Jaksa Ajukan Surat Permintaan Banding Vonis 15 Bulan Penjara terhadap Dua Anggota BNNP Maluku

satumalukuID - Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon mengajukan upaya banding atas keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon selama 15 bulan penjara terhadap dua anggota BNNP Maluku yang terlibat kasus narkoba.

"Dua anggota BNNP Maluku yang pekan lalu divonis 15 bulan penjara adalah Alfred Tuhumury dan rekannya Andre Leatemia. Kami saat itu sudah menyatakan menerima, tetapi JPU mengajukan banding," kata penasihat hukum terdakwa, Noke Pattirajawane di Ambon, Rabu.

Namun sehari menjelang berakhirnya masa tujuh hari kesempatan yang diberikan majelis hakim untuk menyatakan sikap, ternyata JPU telah menerbitkan surat permintaan banding.

Menurut Noke, ada dua surat permintaan banding yang telah disampaikan dari juru sita PN Ambon masing-masing nomor 506/Pid. Sus/2018 PN Amb atas nama Andre Leatemia dan surat nomor 507/Pid. Sus/2018 PN Amb atas nama Alfred Tuhumury.

"Karena JPU sudah menyatakan akan melakukan banding maka kami selaku penasihat hukum juga telah menyiapkan memori banding untuk diajukan ke PN dan diteruskan ke Pengadilan Tinggi Ambon," ujarnya.

Seperti diketahui, majelis hakim PN Ambon diketuai Lucky Rombot Kalalo didampingi Philip Panggalila dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota di Ambon, Selasa (2/4/2019) memvonis para terdakwa kasus narkoba golongan satu jenis sabu selama 15 bulan penjara.

Keduanya dihukum karena terbukti bersalah melanggar pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan menghukumnya selama 1,3 tahun penjara.

Keputusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Ambon, Ela Ubleuw yang dalam persidangan sebelumnya menuntut kedua terdakwa selama 3,5 tahun penjara.

Terdakwa Andre dan Alfred awalnya ditangkap bersama Ronaldo Lekahena oleh tim gabungan BNNP Maluku bersama Ditresnarkoba Polda Maluku pada 5 Agustus 2018 lalu atas laporan seorang informan.

Ronaldo Lekahena sendiri diproses hukum dalam berkas terpisah dan sudah dijatuhi vonis lima tahun penjara, sedangkan JPU Kejari Ambon Ingrid Louhenapessy sebelumnya menuntut terdakwa selama enam tahun penjara.

Penasihat hukum terdakwa Andre dan Alfred, John Tuhumena, Abdulbasir Rumagia, dan Noke Pattirajawane, mengatakan penangkapan terdakwa berawal dari kliennya dihubungi Ronald Lekahena yang mengatakan ada satu paket barang mencurigakan di kantor JNE tetapi tidak pernah dijemput penerima barang.

“Saat barang dijemput terdakwa, mereka berembuk mau membuka bingkisan paket ini, lalu mereka menghubungi Andre dan Ronaldo yang membuka barang bukti,” katanya.

Kemudian perkara ini juga ditangani beberapa orang dan terakhir barang bukti yang awalnya lima paket ganja tetapi tersisa tiga paket sehingga dalam persidangan, majelis hakim berpendapat dua paket yang lain dipakai untuk uji sampel.

Atas keputusan tersebut, baik JPU maupun kedua terdakwa melalui penasihat hukum mereka menyatakan menerima. (daniel leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!