Sekilas Info

Kepala BNPB Berharap Gerakan Membersihkan Sampah Plastik di Ambon Terus Digalakkan

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo tatap muka dengan jajaran BPBD Kota Ambon di Aula Universitas Pattimura, Selasa (9/4) (Penina Mayaut)

satumalukuID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan gerakan "Katong (kita) menjaga alam maka alam akan menjaga katong" merupakan ajakan agar masyarakat Ambon terus menjaga lingkungan.

"Lingkungan harus dijaga agar kita terhindar dari bencana alam yang sewaktu-waktu mengancam kehidupan manusia, sehingga jangan hanya menjadi gerakan tetapi kesadaran bersama," katanya saat rapat koordinasi bencana di Ambon, Selasa (9/4).

Menurut dia, dalam menjaga alam yang menjadi fokus utama yakni vegetasi tanaman dan pengurangan sampah plastik.

Vegetasi pohon manfaatnya sangat besar, karena jika tidak ada pohon maka tidak ada sumber mata air, terjadi kekeringan, jika hujan maka akan banjir, selain itu kadar oksigen tidak sebaik ada pohon.

Sampah plastik, katanya juga memberikan kontribusi sampah yang besar di kota Ambon, bukan hanya di pasar, lingkungan tetapi di teluk dan laut.

"Saya berharap gerakan membersihkan sampah plastik harus terus digalakkan, karena sangat disayangkan ketika coral di pulau Ambon sangat indah, jika tertutupi plastik akibatnya karang akan mati, dan jika karang mati, maka orang tidak bisa menikmati keindahan laut dan biota laut juga tercemar," katanya.

Doni menjelaskan, vegetasi tanaman terutama pohon harus dilakukan di pesisir pantai, dengan penanaman aneka jenis pohon seperti pohon pule, waru, ketapang, cemara dan pohon bakau.

Di Maluku jenis pohon tersebut tidak sulit, sehingga bisa dibuat program vegetasi pohon untuk mengurangi dampak bencana.

"Saya juga ingin menyampaikan kondisi hutan di Maluku harus terus dijaga yakni hutan di pulau Seram, kepulauan Aru, Tanimbar dan Buru. Semangat menjaga lingkungan tidak boleh padam harus selalu digelorakan," ujarnya.

Ia menambahkan, peran seluruh stakeholder yakni tokoh agama, masyarakat, adat bersama pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan keselamatan di daerah yang berpotensi bencana harus dilakukan sejalan.

"Harus ada kerja sama untuk menyiapkan diri lebih awal sehingga jika terjadi peristiwa alam minimal jumlah korban bencana berkurang," tandas Doni. (penina f mayaut)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!