Sekilas Info

Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Oknum Sersan TNI Masih Diburu, Mucikari Diciduk di Bau Bau

satumalukuID –  Laporan kasus persetubuhan dua anak di bawah umur oleh oknum TNI dan salah satu warga sipil yang diduga bertindak sebagai mucikari sudah ditindaklanjuti.

Saat ini, pihak Pomdam XVI Pattimura sedang memburu oknum TNI yang diketahui sebagai Sersan Dua Hasanudin Ely. Sedangkan mucikari atas nama Oca alias Vian (25) sudah diciduk dari Bau Bau Sulawesi Tenggara Selasa (9/4) dan diterbangkan ke Ambon oleh aparat Polres Ambon dan PP Lease.

"Mucikari sudah ditangkap dan telah diamankan di Polres. Ia ditangkap di Bau Bau," ungkap Nini Kusniyati Koordinator Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Permpuan dan Anak (PTPPA) Kota Ambon, Selasa (9/4).

Nini diminta keluarga korban untuk mendampingi kasus ini di Polres dan Pomdam.  Ia mengaku, soal penanganan kasus mucikari jelas ditangani oleh Polres P Ambon. "Prosesnya jalan dan segera dia ditempatkan tersangka oleh mereka. Kalau yang pelaku, masih dalam pengejaran dan ditangani Pomdam XVI/Pattimura Ambon," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi tak bermoral kembali terjadi. Anak di bawah umur N (15) dan A (14) diduga disetubuhi oleh oknum anggota TNI Kodam XVI/Pattimura dimucikari oleh Oca alias Vian. Kejadian itu terjadi di bulan Maret 2019. Bahkan adegan ranjang pun direkam juga oleh mucikari. (Baca: Dugaan Persetubuhan Terhadap Dua Anak Dibawah Umur, Oknum TNI Dilaporkan ke Pomdam Pattimura)

Menurut Nini, kedua korban sudah di periksa  dan di BAP kan. Korban N Diketahui telah putus sekolah, sementara korban A masih duduk dibangku SMP, yang pada Senin (8/4) kemarin harusnya mengikuti proses Ujian Nasional.

"Jadi ini perdagangan orang. Keduanya di jual kepada pelaku oleh mucikari. Disana, mereka dinikmati oleh pelaku berulang kali dalam bulan Maret. dengan dibayar sebesar Rp. 20 ribu. Kejadian itu, di Arbes kawasan STAIN," kata Nini.

Setelah dinikmati oleh pelaku, kedua korban diantar pulang. Dimana, korban yang takut dengan keadaannya, kemudian menceritakan tindakan bejat itu ke keluarga korban.

Tak terima, keluarga korban melaporkan ke Kepala Pemuda setempat dan dilakukan mediasi.

"Kepala Pemuda menelpon saya, untuk melakukan mediasi. Karena tindakan pelaku sangat tidak etis bersama dengan mucikari, maka dilaporkan oleh keluarga korban dan kami yang mendampingi. Mucikari dan pelaku ada hubungan juga, karena saat berhubungan mucikari juga ikut melakukan dan membuat video," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut.

Menurut dia, saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Pomdam oleh keluarga korban.  "Ya, benar. dilaporkan keluarga korban. Pomdam sendiri sudah menindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Untuk pelaku, Serda Hasanudin sementara di kejar. “ Karena, kemarin dia ijin pulang ke kampungnya," kata Kapendam. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!