Sekilas Info

Tabrak Warga Hingga Tewas, Oknum Anggota DPRD Kota Ambon Jadi Terdakwa di Persidangan

satumalukuID -  Oknum anggota DPRD Kota Ambon, Mulijono Sudrik alias Mul (45), akhirnya dimejahijaukan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Fitri ke Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (5/4) akhir pekan kemarin.

Oknum anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Hanura ini, dihadirkan sebagai terdakwa kasus lakalantas maut yang menewaskan korban Silvia Hesti Yaklel, pada 11 November 2018 yang lalu.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu dipimpin majelis hakim yang diketuai, Syamsudin La Hasan didampingi hakim anggota, Felix R. Wuisan dan Esau Yerisitou. Sedangkan terdakwa didampingi tim penasehat hukum, Alfred Tutupary dan Dhino Huliselan.

JPU menguraikan, perbuatan warga Perumnas Waiheru RT 019/RW008, Kecamatan Baguala, Kota Ambon ini, terancam melanggar pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 310 ayat 4 undang-undang no 22 tahun 2009 tentang LLAJ menyebut setiap orang yg mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia di pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.

Dalam dakwaannya JPU menjelaskan, tindak pidana kecelakaan lalu lintas maut hingga menewaskan korban, Silvia Hesti Yaklel terjadi pada Minggu, 11 November 2018 sekitar pukul 16.30 WIT tepatnya di atas Jalan Jenderal Sudirman atau belokan underpass Tantui, Kecamatan Sirimau.

Awalnya mobil Honda Mobilio yang dikemudikan oleh terdakwa bergerak dari arah Galala hendak menuju Tantui dan hendak memutar balik arah ke MCM.

Namun bersamaan dengan itu, sepeda motor Yamaha Vixion yang ditumpangi korban yang saat itu dibonceng saksi Yehezkiel alias Ekel bergerak dari arah Hotel Sea hendak menuju ke arah Tantui dan akan memutar balik ke MCM.

Dengan posisi awal sepeda motor yang dikendarai saksi Yehezkiel alias Ekel dengan korban berada dibelakang mobil terdakwa. Sehingga pada saat terdakwa hendak memutar balik mobil yang dikendarainya, tiba-tiba saksi Yehezkiel alias Ekel langsung melambung mobil korban.

Karena panik terdakwa tidak langsung menginjak rem, malah menginjak gas dengan posisi persneling dua langsung menabrak sepeda motor yang ditumpangi korban. Korban akhirnya terjatuh, sementara sepeda motor yang ditumpangi korban, terlempar beberapa meter ke MCM.

Saat itu saksi Raden Hanafi yang berada bersama dengan terdakwa dalam mobil langsung mengangkat handrem sehingga mobil langsung berhenti. Setelah mobil berhenti saksi bersama terdakwa langsung turun dari mobil dan ternyata mereka menemukan korban sudah berada di bawah mobil.

Kemudian selang beberapa menit, warga yang ada di sekitar lokasi tersebut membantu mengeluarkan korban dari bawah mobil milik terdakwa. Terdakwa lantas menyuruh warga untuk mengantar korban bersama saksi Yehezkiel alias Ekel ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan, sayang nyawa korban sudah tidak bisa tertolong lagi.

Kemudian terdakwa bersama saksi Raden Hanafi berniat membesuk korban, namun karena takut kemudian keduanya langsung menuju pos lantas Kebun Cengkeh untuk mengamankan diri.

Usai mendengar pembacaan dakwaan majelis hakim kemudian menunda sidang hingga, Kamis (11/4) dengan agenda pembelaan terdakwa. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!