Sekilas Info

Sempat Hilang Kontak, Regu Penyelamat Temukan dan Evakuasi KM Cahaya Bahari ke Tual

KM Cahaya Bahari saat ditemukan dan dievakuasi Regu Penyelamat dari Kantor SAR Tual, Jumat malam (5/4).

satumalukuID - KM Cahaya Bahari yang sempat hilang kontak dalam perjalanan dari Tehoru Pulau Seram ke Tual berhasil ditemukan Regu Penyelamat dari Pos SAR Tual yang menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 242 Bharata. Selanjutnya KM Cahaya Bahari bersama tujuh penumpang yang berada di kapal tersebut dievakuasi ke Pelabuhan Tual.

"Kapal itu ditemukan sekitar pukul 19: 20-WIT oleh KN SAR 242 Bharata pada posisi 5° 36' 0.72"S-132° 44’ 20.64"E, Tenggara Pulau Duroa Kepulauan Tual," kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin di Ambon, Jumat malam (5/4).

Semua korban ditemukan dalam keadan selamat dan selanjutnya kapal tersebut dievakuasi menuju Dermaga Tual.

"Perkembangan operasi SAR H.1, kecelakaan kapal KM Cahaya Bahari dengan tujuh orang hilang kontak dalam rute Desa Tehoru (Pulau Seram) menuju Kota Tual dan langsung dihentikan setelah regu penyelamat berhasil menemukan mereka dan melakukan evakuasi," ujarnya.

Setelah ditemukan sekitar pukul 19:20 WIT, kapal ikan berukuran 17 x 3 meter ini yang mengangkut 5.000 buah durian ini langsung dievakuasi ke dermaga Tual sekitar pukul 19:46 WIT.

Tujuh orang penumpang yang ada antara lain Busri Hasan (42), Ali Kamiden (52), Salamat Hasan (43), Rifai Gading (32), Ali Kamaru (38), Margono (22), dan Etek (20).

Pencarian kapal ikan tersebut dilakukan setelah Kantor Basarnas Ambon menerima laporan petugas Stasiun Meteorologi Banda, Kabupaten Maluku Tengah serta pihak keluarga korban pada pukul 09:40 WIT. (Baca: Regu Penyelamat Lakukan Pencarian KM Cahaya Bahari yang Melakukan Perjalanan dari Tehoru ke Tual)

KM Cahaya Bahari merupakan sebuah kapal pencari ikan sepanjang 17 meter dan lebar tiga meter dilaporkan berlayar dari pelabuhan Tehoru (Pulau Seram) Kabupaten Maluku Tengah membawa tujuh orang penumpang termasuk kru kapal dan mengangkut 5.000 buah durian tujuan Pelabuhan Kota Tual sejak Selasa, (2/4) sekitar pukul 16:00 WIT.

Namun pihak keluarga dari penumpang kapal maupun petugas Stasiun Meteorologi Banda mengaku telah hilang kontak sejak tanggal 3 April 2019 sekitar pukul 13:00 WIT.

Unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini diantaranya regu penyelamat dari Pos SAR Tual bersama Kanpel Banda, Kabupaten Maluku Tengah. (Daniel Leonard)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!