Sekilas Info

Perusahaan Prancis ke Selaru 30 April, Jajaki Lokasi Pengembangan Pangkalan Kedaulatan Terintegrasi

Pelabuhan Selaru

satumalukuID - Perusahaan asal Prancis, PT Soletanche Bachy International (SBI) yang bekerja sama dengan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), menangguhkan peninjauan ke pulau Selaru, kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku yang dijajaki sebagai lokasi pengembangan kawasan pangkalan kedaulatan terintegrasi.

Dirut Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya, Anthonius Sihaloho, di Ambon, Senin (1/4), mengatakan, awalnya peninjauan dijadwalkan pada akhir Februari 2019, namun kemudian berubah ke akhir April 2019.

"Saya diinformasikan peninjauan dijadwalkan pada 30 April 2019 untuk melihat kondisi lapangan sebelum tahapan selanjutnya dari realisasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT. SBI, PT.PTK dan PD Panca Karya di Jakarta pada 17 Januari 2019," ujarnya.

Anthonius mengatakan, PT. PTK yang difokuskan untuk melayani marine services , logistik dan pengelola pelabuhan untuk mendukung operasional pertamina, bersama-sama dengan PT.SBI yang beroritentasi pengembangan dan konstruksi pelabuhan untuk turut mengembangkan pelabuhan Selaru.

Pelabuhan Selaru dibangun dengan maksud untuk mengembangkan kawasan pangkalan kedaulatan terintegrasi di pulau Selaru dengan investasi diperkirakan Rp1,3 triliun.

Dia menilai,  strategis pembangunan infrastruktur dan fasilitas shorebase ini akan meningkatkan peran pemerintah daerah dalam mempermudah explorasi offshore dan meningkatkan pendapat asli daerah (PAD) maupun ekonomi daerah secara umum.

"Jadi bila PT.SBI dan PT. PTK setelah peninjauan dan memandang pengembangan kawasan pangkalan kedaulatan terintegrasi NKRI strategis dibangun, maka bakal memberikan kontribusi bagi PD Panca Karya, termasuk berdampak ganda bagi sektor lainnya," kata Anthonius.

Sebelumnya, Direktur dari Forshore, Stephane Bourillot mengemukakan, Forshore merupakan cabang dari PT. SBI yang fokus pada design, pendanaan, konstruksi dan pemeliharaan pelabuhan laut, berkeinginan akan bekerja untuk berperan secara optimal mendukung suksesnya proyek ini.

Sedangkan, Direktur Komersial dari PTK, Wedi Kamaludin mengemukakan bahwa, dengan pengalaman sejenis di Batam dan Kalimantan Timur, pelabuhan shorebase ini dapat memberikan standar pelayanan migas secara baik, selain mendukung operasional PT. Pertamina di Kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Leny Maryouri sebagai Ahli Pendanaan Infrastruktur di Indonesia meyakinkan bahwa proyek ini akan sukses karena sudah diperhitungkan sumber pendapatan sebagai pengembalian investasi.

Dia mengemukakan bahwa adanya shorebase port di pulau Selaru akan memacu percepatan realisasi eksplorasi terhadap tujuh blok minyak dan gas lepas pantai di Kawasan Indonesia Timur yang akan membantu memudahkan untuk proses logistik eksplorasi lepas pantai.

Eksplorasi dari tujuh proyek eksplorasi offshore akan menjadi pasar utama layanan yang diharapkan mampu mengembalikan atas investasi pelabuhan shorebase tersebut. (alex sariwating)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!