satumalukuID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon siap mewujudkan "Visit Ambon 2020" untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui berbagai program pembangunan.

"Kebijakan Pembangunan Kota Ambon Tahun 2020 dilakukan dengan tema peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan Ambon sebagai kota wisata dan kreatif," kata Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler saat Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah daerah (RPKD) di Ambon, Senin (1/4).

Dikatakannya, tema pembangunan kota Ambon tahun 2020 adalah untuk mengarahkan pembangunan kota dan pencapaian visi dan misi kota Ambon secara terfokus.

Tema pembangunan Kota Ambon tahun 2020 diprioritaskan pada dua fokus yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pencapaian standar pelayanan minimal daerah dan mewujudkan kunjungan wisata Ambon tahun 2020.

Saat ini lanjut Syarif, berwisata dan berkunjung ke suatu tempat telah menjadi trend global dan peluang itu harus ditangkap, karena Ambon meskipun kota kecil tetapi memiliki nama yang besar dan dikenal secara luas.

"Kota Ambon juga memiliki keunggulan komperatif seperti kota di pulau kecil, keindahan alam, pantai, pesisir, teluk dan keunikan adat dan budaya, serta posisi kota Ambon yang strategis sebagai pintu masuk ke kabupaten dan kota di Maluku," ujarnya.

Ia mengakui, mewujudkan tahun kunjungan wisata 2020 dilakukan melalui program Ambon city of music dan ekonomi kreatif, nilai tambah ekonomi yang optimal, ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta sarana dan prasarana kota yang nyaman.

Selain itu kesadaran dan peran masyarakat untuk mendukung kota wisata dan kreatif dengan menumbuhkan kearifan lokal dan budaya serta ikut melestarikan lingkungan.

Menurut Syarif, kinerja pembangunan diukur dengan pencapaian sasaran daerah melalui indikator kinerja utama (IKU) maupun pencapaian penyelengaraan pemerintahan daerah melalui indikator kinerja kunci (IKK).

Target kinerja daerah tahun 2020 antara lain, nilai kota layak anak adalah 700 poin, opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pencapaian keluarga yang memiliki kartu keluarga 100 persen, angka partisipasi murni pendidikan anak usia dini 45 persen, presentasi penduduk (kepala keluarga) mendapatkan akses air minum yang aman sebesar 87 persen. (penina f mayaut)