Sekilas Info

Minat Masyarakat Jepang Tinggi, Maluku Ekspor Lagi 2,7 Ton Ikan Tuna Segar dari Bandara Pattimura

satumalukuID - Sedikitnya 2,7 ton ikan tuna fresh produksi Maluku, Minggu, diekspor ke Jepang dari bandara internasional Pattimura Ambon.

Kadis Perindag Maluku, Elvis Pattiselanno, mengatakan, ekspor yang dilakukan PT. Maluku Prima Mandiri memanfaatkan jasa maskapai penerbangan Lion Air.

Ekspor langsung ini hanya transit di Jakarta setelah Pemprov Maluku dengan dukungan sejumlah pihak berkompoten menangani transaksi tersebut secara terpadu.

Nilai ekspor ika tuna fresh 2,7 ton itu mencapai 16.700 dolar AS.

"Jadi nilai ekspor ikan tuna fresh Maluku ke sejumlah negara pada tiga bulan terakhir ini mencapai 5 juta dolar AS atau hampir 50 persen dibandingkan pada 2018 yang digalakkan ekspor pada Februari 2018," ujarnya.

Dia mengakui, setelah dibentuk tim peningkatan ekspor Maluku pada 8 November 2018  diketuai Asisten III Setda Maluku, Zulkifli Anwar beranggotakan Dinas Perindag , Dinas Kelautan dan Perikanan , Dinas Pertanian, Badan Karantina Ikan ,Bea dan Cukai, PT.Pelindo, PT. Angkasa Pura, Bank Indonesia Perwakilan Ambon, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Tim melaksanakan kesepakatan bersama ekspor terpadu yang dikenal dengan "pelayanan 247".

Pelayanan ekspor 247 artinya semua pihak siap memberikan pelayanan selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu tanpa libur, hingga produk ekspor tiba di negara tujuan.

Sistem pelayanan ini juga menjamin seluruh dokumen ekspor yang dibutuhkan dapat diselesaikan dalam waktu cepat termasuk saat barang akan diberangkatkan melalui pelabuhan maupun bandara di Ambon menuju negara tujuan.

Menurut dia, dampak lain dari terobosan tim peningkatan ekspor Maluku dan penerapan pelayanan 247 adalah komoditi laut lainnya seperti kepiting bakau hidup dari kabupaten Kepulauan Aru saat ini diekspor ke Singapura dan Malaysia.

Selain itu, komoditi perkebunan seperti pala, cakang cengkih dan damar juga diminati sejumlah negara.

"Maluku saat ini kembali mengalami peningkatan ekspor, menyusul sempat terpuruk karena dampak tragedi kemanusiaan pada 1999," tandas Elvis. (alex sariwating)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!