Sekilas Info

Tahap Awal, BKPM Fasilitasi Pelatihan 50 Tenaga Perawat Panti Jompo Asal Kota Ambon di Australia

satumalukuID - Kerjasama Pemerintah Kota Ambon dengan investor Australia Global Labour Solutions (GLS) untuk mempekerjakan perawat asal Ambon ke Australia mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat lewat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

BKPM akan memfasilitasi kerja sama GLS dengan Pemerintah Kota Ambon melalui program pelatihan dan penempatan kerja tenaga perawat di Aged Care Australia.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/3), dukungan diberikan BKPM melalui kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney didukung oleh KBRI di Canberra dan Konsul RI di Darwin.

Pejabat Promosi Investasi IIPC Sydney Sri Moertiningroem mengatakan kerja sama yang dilakukan merupakan salah satu bentuk implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), yang salah satu sektor prioritasnya adalah kesehatan dan pendidikan.

"Pada tahap awal, akan diberangkatkan 50 tenaga perawat panti Jompo ke Australia," kata Sri.

Kerja sama antara GLS dan Pemerintah Kota Ambon meliputi tiga program, yakni pelatihan dan penempatan pelajar lulusan perawat di aged care atau care givers; pemagangan mahasiswa akhir tahun atau lulusan universitas di perusahaan pertambangan di Australia; dan penempatan tenaga kerja di pemerintahan Northern Territory Australia dengan skema yang ada.

Sri melanjutkan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon menjadi prioritas awal, karena Pemerintah Kota Ambon telah memiliki Letter of Intent yang ditandatangani pada November 2016 lalu dalam kegiatan IABS di Adelaide.

"Itu untuk pelatihan dan penempatan tenaga perawat di Aged Care Northern Territory dan sekitarnya," lanjutnya.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyebutkan awalnya mereka hanya menyiapkan 25 tenaga perawat panti jompo yang akan diberangkatkan ke Australia.

"Sesuai kesepakatan awal, sebenarnya hanya 25 orang yang akan dibiayai oleh Pemkot Ambon. Tetapi kita berupaya agar lebih banyak perawat yang akan dikirimkan ke Australia untuk bekerja. Sehingga GLS menambahkan bantuan pembiayaan untuk 25 orang. Total yang siap berangkat menjadi 50 tenaga perawat," urainya.

Para tenaga perawat akan mengikuti program pelatihan berbahasa Inggris dan pemagangan kerja selama dua sampai tiga bulan di Kota Ambon.

Pelatihan akan dilanjutkan di Australia mengenai berbagai hal terkait kebutuhan tenaga perawat dan budaya masyarakat Australia.

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi dari Australia sepanjang tahun 2018 mencapai 594,7 juta dolar AS, meningkat dari tahun 2017 dengan total realisasi investasi Australia sebesar 513,9 juta dolar AS.

Saat ini Australia berada di peringkat 10 besar di bawah Singapura, Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, British Virginia Islands dan Belanda.  (m-10/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!