Sekilas Info

Dermaga Diperlebar dan Tempat Penumpukan Peti Kemas di Pelabuhan Tual akan Dibangun

Para buruh bongkar muat di Pelabuhan Tual berfoto bersama Menhub Budi Karya Sumadi

satumalukuID - Saat berkunjung ke Pelabuhan Yos Sudarso, Tual, Rabu (27/3) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerap aspirasi tentang perlunya pelebaran dermaga untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan. Menanggapi aspirasi tersebut, Menhub mengatakan dermaga akan diperlebar serta tempat penumpukan peti kemas akan dibangun.

"Nanti kami perlebar dermaganya, serta tempat penumpukan peti kemas dibangun supaya bagus, dan rekan-rekan TKBM juga dapat bekerja dengan baik," kata Menhub.

Untuk pelabuhan akan dibahas lagi terutama karena di kawasan itu ada permukiman penduduk.

"Jadi saya minta Pemda Kota Tual untuk tanahnya diinventarisir atau didata, jika tanah milik pemda dan ingin dibangun oleh Kementerian Perhubungan maka harus diserahkan, dan proses penyerahannya masih dalam proses saat ini," katanya.

Dalam kunjungan itu Budi Karya didampingi rombongan antara lain Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) dan Direktur Utama PT Pelni.

Rombongan Menteri Perhubungan tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra menggunakan pesawat Hawker 900 XP PK-CAR.

Di bandara itu, rombongan Menhub  disambut Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin, Staf Ahli Pemkot Tual Jamaludin Raharen, Kapolres Malra AKBP Indra Fadhiila Siregar, dan Kepala Kantor Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kepala Kantor yang diawali dengan penyambutan secara adat oleh pemangku adat Malra.

Selepas beristirahat, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Yos Sudarsso Tual. Tiba di pelabuhan itu, Menteri  disambut secara adat, selanjutnya melakukan dialog singkat bersama nelayan lokal dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tual, sebelum meninjau langsung kondisi pelabuhan.

Kawasan peti kemas yang  masih menjadi aset pemda kota di Pelabuhan Tual, Menhub mengatakan, untuk anggaran tahun ini sebenarnya dapat dibangun namun menunggu penyerahannya, jika belum, akan tahun depan.

Dia juga  menyatakan Tual sangat produktif karena sudah mengirim barang keluar, sementara di sebagian pelabuhan lain belum sehingga  harus dijaga dengan baik.

Terkait Tol Laut, ia mengatakan, dilakukan pada pelabuhan yang kapal-kapal komersial belum datang, di Tual  sudah ada kapal komersial sehingga  tol laut tidak boleh lagi, sesuai perjanjian Kemenhub dengan INSA.  (jimmy ayal)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!