Sekilas Info

Kuota Perawat yang Direkrut Bekerja di Australia Ditambah, Kisaran Gaji 600-700 Juta Rupiah Per Tahun

Foto ilustrasi para perawat yang sedang melaksanakan tugas.

satumalukuID – Perusahaan penyalur tenaga kerja asal Australia Global Labour Solution (GLS) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon menaikkan jumlah tenaga kerja perawa kesehatan yang berminat bekerja di Australia. Jika awalnya hanya 30 orang kini ditambah menjadi 50 orang. Adapun kisaran gaji di angka 600-700 juta rupiah per tahun.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy menjelaskan tahun ini kita persiapkan 25 orang dan lima lainnya menjadi tanggungan GLS. Tapi ternyata kunjungan GLS ke Ambon, mereka terkesan dan terharu sekali. Lalu GLS memutuskan menambah lagi 25 orang tenaga untuk pelatihan yang nanti didanai mereka. Sistemnya, tanpa ada bunga.

“Nanti setelah dia kerja baru mulai dipotong berapa biaya yang dikeluarkan, baik oleh Pemkot maupun GLS. Sebab satu tahun diperkirakan kurang lebih Rp 600-700 juta dia punya gaji dan akan sangat membantu sekali buat devisa kota ini,” ujar Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di Maluku City Mall (MCM), Selasa (26/3/19).

Terkait penambahan jumlah tenaga kerja, 25 tenaga difasilitasi Pemkot dalam pelatihan dan penyaluran, sementara 25 tenaga lainnya menjadi tanggungjawab GLS. Kesepakatan itu yang kemudian membawa Pemkot dan Direktur GLS, Linda Reeves ada dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding bersama terkait program tersebut di ruang rapat Walikota, Selasa (26/3/19), disaksikan direktur badan koordinasi penanaman modal (BKPM) atau IIPC Sydney, Sri Moertiningroem.

Penandatanganan kerjasama Pemkot Ambon dan Global Labour Solution

“Ini pintu masuk sebetulnya bagi  Ambon dan Maluku bisa berakses langsung dengan Australia. Total 50 akan dikirim. Tapi kalau kita sudah dapat, tidak langsung. Misalnya 5 atau 10 syaratnya terpenuhi, kita kirim dulu 10 bertahap sampai 50 orang. Tapi dia harus penuhi standar, bahasa harus 4,5 atau 5 standarnya. Itu yang nanti kita kerjasama dengan lembaga bahasa, dibawah akreditasi Australia,” ujarnya.

Direktur GLS, Linda Reeves menambahkan, pihaknya tertarik, terharu dengan semangat dan potensi anak muda Ambon yang mendaftar di program ini, jauh dari ekspektasi banyak dan besar sekali untuk maju, berkembang lebih baik kedepannya lewat program ini. Karenanya sudah disepakati untuk menambah kuota tahun ini dari 30 menjadi 50 tenaga kerja dan yang dipilih adalah paling terbaik dari terbaik, karena ini pilot program.

“Kalau animo dan semangat tinggi, apalagi jika mereka bagus 40-50 orang, tapi kita cuma bawa 30 orang, kan sayang. Kita utamakan, kalau program pertama berjalan bagus, berarti kita bisa tunjukkan ke dunia luar, Ambon punya potensial bekerja tidak saja di Australia, Amsterdam juga, di dunia luar dan tenaga kerja Indonesia bisa diandalkan,” ungkapnya.

Menurut Linda, setelah rekrutmen akan dilakukan training selama empat minggu, lalu work placement tiga minggu. “Kalau sudah lulus complete, maka kita akan urus mereka visa, ijin kerja untuk di Australia dengan kontrak maksimum 2 tahun.” (m-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!