Sekilas Info

Kapolda Maluku Utara Pecat Satu Perwira dan 5 Polisi yang Terjerat Kasus Narkoba, Asusila dan Penipuan

Foto Ilustrasi salah satu proses upacara pemecatan oknum polisi.

satumalukuID - Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Suroto resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi enam anggota Polisi di Maluku Utara yang terbukti bersalah sejak Maret 2019 ini.

"Ini merupakan wujud dari Polri dalam hal ini Polda Malut untuk membenahi diri, yaitu dengan sistem ''reward dan punishment'," kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar di Ternate, Rabu.

Hendri mengatakan, keenam anggota Polda Malut melakukan berbagai pelanggaran. Untuk kasus narkoba, empat anggota polisi yang dipecat adalah, Briptu K bertugas di BA Sat Brimob Malut dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Brigpol S bertugas di BA Yanma Polda Malut dalam kasus penyalahgunaan narkoba, Brigpol BH bertugas di Yanma Polda Malut dalam kasus penyalahgunaan narkoba, Briptu E, anggota Polres Ternate dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Untuk kasus tindakan asusila, pemecatan dilakukan terhadap Brigpol N yang bertugas di BA Min Sub 3 Den A Sat Brimob Polda Malut.

Selain lima anggota yang sudah diterbitkan Keputusan PTDH oleh Kapolda Malut, terdapat satu anggota telah diusulkan PTDH ke AS SDM Kapolri I dengan Nomor : B/424/III/KEP./2019 tertanggal 13 Maret 2019 bernama Iptu MT. Perwira polisi ini terjerat kasus tindak pidana penipuan.

Hendri menegaskan, Polda Malut selalu memberikan reward atau penghargaan bagi anggota yang memiliki prestasi dalam hal mengabdikan diri kepada bangsa dan negara untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebaliknya, akan memberikan hukuman bagi anggota yang melanggar hukum yang telah terbukti bersalah.

Polda Malut juga tengah  memproses empat anggota Brimob Polda Malut yang diduga melakukan penembakan terhadap dua warga Kawasi di kawasan tambang nikel Pulau Obi.

Empat personel Sat Brimob Polda Malut itu telah menjalani proses pemeriksaan secara intensif, karena tindakan mereka menembak dua warga kakak-beradik bernama Mince Lessy dan Melman Nan Lessy asal Desa Kawasi yang terkena tembakan di bagian paha dan lutut merupakan tindakan yang inprosedural. (abdul fatah)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!