Sekilas Info

BPOM Ambon Tetapkan Dua Tersangka Penjual Kosmetik Ilegal

satumalukuID– Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, awal tahun 2019 ini menyelesaikan 2 kasus penjualan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan kosmetik tanpa ijin atau ilegal, sekaligus menetapkan 2 tersangka dengan Inisial FT dan FM. Penegasan ini disampaikan Kepala Balai POM, Dra Hariani S.Aptker, kepada wartawan Senin (25/3).

Dikatakan kedua tersangka sebelumnya sudah diketahui pihak BPOM saat keduanya melakukan aktivitasnya, sekaligus diberikan pengarahan dan pembinaan,  namun mereka mengulangi perbuatannya. "Kini keduanya akan diserahkan ke kejaksaan, setelah kita melengkapi berkas atau dokumen, yang sudah diawali dengan pemeriksaan," ujarnya.

Menurut Hariani, pihaknya tidak bisa melakukan penahanan, tetapi terus melakukan pengawasan dan pemantauan, tetapi dalam waktu dekat sambil menyelesaikan BAP-nya, kasus ini selanjutnya diserahkan ke kejaksaan dan kepolisian yang akan menahan keduanya yang berinisial FT dan FM.

Selain itu, dia juga menyampaikan program BPOM untuk tahun 2019 ini, yakni, program rutin seperti sarana, distribusi dengan target setahun 2000 lebih, dibagi dalam 4 triwulan.

Juga program pengawasan, secara laboratorium itu berjalan terus, khusus pengawasan terhadap produk yang beredar, jika hasil tidak memenuhi ditarik.

Selajutnya pemberdayaan masyarakat seperti KIE dan secara kebetulan d itahun 2019 ini ada program pengawalan, pangan jajanan sekolah di 9 kabupaten kota dan sudah jalan.

Tahap pertama di kota Ambon, dan itu akan diintervensi ke kantin sekolah, bahkan ke guru-guru dan kepala sekolah serta juga komunitas sekolah.

Salah satu program sementara jalan, yakni gerakan keamanan pangan desa dan untuk tahun 2019 ini, ditempatkan di 3 desa yakni desa Tulehu, Nania dan desa Waiheru. (SM-12)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!