Sekilas Info

Jenazah Alhaji Kaliki dan Dua Rekan DPO Terorisme sudah Dievakuasi ke RS Bhayangkara Palu

Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Lukman Wahyu (kanan) menengok jenazah terduga teroris di atas ambulance di Mapolsek Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, saat hendak dievakuasi ke RS Bhayangkara Palu, Jumat (22/3). (Antaranews Sulteng/Ridwan)

satumalukuID - Jenazah Alhaji Kaliki alias Ibrohim, salah satu yang tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) Terorisme asal Ambon, bersama dua rekannya sesama DPO yang tewas dalam kontak senjata dengan Satgas Operasi Tinombala Poso, Kamis petang (21/3), sekitar pukul 17.00 Wita. berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian pada Jumat petang (13/3).

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto, di Desa Sausu, Jumat, mengatakan setelah dievakuasi dari lokasi kontak senjata, selanjutnya jenazah dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk proses identifikasi.

"Proses identifikasi akan dilakukan guna memastikan tiga jenazah tersebut sesuai denga nama yang dirilis," kata mantan Wakapolda Kalimantan Timur ini. (Baca Juga: Tewasnya Alhaji Kaliki Buron Terorisme Asal Ambon Terkonfirmasi, Kapolda: Alhamdulillah Dapat Tiga)

Kapolda enggan memberi penjelasan mengenai barang bukti apa saja yang berhasil diamankan petugas pascabaku tembak tersebut.

Tiga orang DPO kasus terorisme di Poso yang tewas masing-masing bernama Andi Muhamad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadhan alias Ikrima asal Banten dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.

Namun pada Jumat malam, Humas Polda Sulteng mengoreksi nama-nama korban yang beredar di media massa sejak Kamis (21/3) petang tersebut dan menyatakan bahwa setelah diidentifikasi ulang, ketiga korban DPO kasus terorisme itu bernama Andi Muhammad alias Abdul Rahman asal Makassar, Sulsel, Al Haji Kaliki alias Ibrohim asal Seram Barat, Maluku, dan Alqindi Mutaqien alias Muas asal Riau.

Sebelum dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sulteng, tiga jenazah tersebut dibawa ke Polsek Sausu sekitar pukul 17.20 WITA oleh tim evakuator Satgas Tinombala menggunakan mobil jenazah.

Di Polsek Sausu, Kapolda sempat menengok jenazah tanpa menurunkannya dari mobil ambulance untuk sekedar memastikan keberadaan ketiga jenazah mengingat kondisi jenazah sudah hampir dua hari berada di lokasi kejadian.

"Pascakontak senjata, Satgas Tinombala terus mengejar sisa DPO teroris Poso di bawah pimpinan Ali Kalora," katanya.

Proses evakuas ketiga jenazah teroris itu mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong.

Dalam proses evakuasi, tim evakuator Satgas Tinombala dibagi dua kelompok, kelompok pertama diberangkatkan pukul 07.00 WITA (Jumat) menggunakan kendaraan operasional sedangkan tim kedua diberangkatkan pukul 13.30 WITA menuju tempat kejadian perkara, sementara Polsek Sausu dimana tiga mobil jenazah disiagakan, dijaga ketat aparat.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto bersama Danrem 132/Tadulako Palu Kolonel Inf Agus Sasmita tiba di Sausu, Jumat petang pukul 11.24 WITA menggunakan helikopter. (rolex malaha/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!