Sekilas Info

Burung Dara Laut Jambul di Seram Utara Terpantau Bermigrasi ke Australia

Salah satu burung dara laut jambul saat setelah ditandai pada Februari 2019 lalu.

satumalukuID - Burung dara laut jambul (Thalasseus bergii) yang sudah ditandai oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Maluku, terpantau pada pertengahan Maret 2019 telah migrasi ke Australia sebanyak satu ekor.

"Sedangkan satu ekor terpantau masih di sekitar pulau Seram dan satu ekor lagi belum terpantau," kata Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi, Rabu.

Sebelumnya pada 17 Februari 2019 lalu tim gabungan BKSDA Maluku melakukan penandaan terhadap tiga ekor burung dara laut jambul, .

Burung dara laut Cina (Thalasseus bernsteini) dan Dara Laut Jambul (Thalasseus bergii), merupakan dua dari sekian jenis burung dalam famili Sternidae yang dilindungi pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Ia menjelaskan, menurut International Union for Conservation of Nature IUCN, status konservasi Dara Laut Cina tersebut yaitu critically endangered/CR atau kritis. Diperkirakan jumlah individu dewasa di dunia kurang dari 100 ekor.

"Kedua burung tersebut merupakan burung yang bermigrasi melalui Indonesia. Pada 2018, burung-burung tersebut terpantau berada di perairan Seram Utara, Maluku Tengah," ujarnya.

Menurut Mukhtar, pemantauan dan penandaan tersebut dilakukan Februari 2019, bertepatan dengan musim migrasi dara laut Cina dari tempat berbiaknya di Cina ke tempat-tempat yang lebih hangat seperti Indonesia dan Australia.

Dalam pemantauan tersebut, diketahui satu ekor dara laut Cina (Thalasseus bernsteini) bersama dalam kelompok beberapa ekor Dara Laut Jambul (Thalasseus bergii).

"Hasilnya tim berhasil menandai dan memasang satelite pada dua ekor Dara Laut Jambul untuk mendeteksi jalur migrasinya," katanya.

Ditambahkannya, burung dara laut jambul saat penandaan telah dipasang cincin plastik berwarna orange dengan kode tertentu, semua burung yang ditangkap dipasangi tanda berupa pita logam permanen yang berisi kode internasional tersendiri pada kaki burung tersebut.

"Dara laut jambul   dipantau setiap hari selama durasi umur sattelite tag. Sattelite tag tersebut dapat berfungsi optimal sekitar 12 - 18 bulan, karena menggunakan solar panel sebagai sumber energi, dan akan terlepas dengan sendirinya," ujarnya.  (alex sariwating)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!