Sekilas Info

Pengrajin Tenun di Kepulauan Tanimbar Difasilitasi Pelatihan Menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin

Halida Hatta dari INPEX dan perwakilan BI Maluku foto bersama para pengrajin tenun Tanimbar (Simon Lolonlun)

satumalukuID - Pengrajin di Kepulauan Tanimbar sejak Bulan November 2018 lalu menjalani pelatihan tenun Tanimbar. Program ini merupakan lanjutan pengembangan Tenun Tanimbar yang telah dirintis Inpex sejak 2013 lalu.

Pelatihan tenun tahap pertama dilakukan dalam jangka waktu empat bulan dengan fokus melatih kelompok tenun di Desa Amdasa agar fasih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), kemudian belajar proses pewarnaan alam, dilanjutkan dengan belajar mengkombinasikan sulam dalam kain yang mereka tenun, dan para penenun dlatih fokus pada peningkatan kualitas kain.

Dalam tahapan berikutnya, Inpex berencana akan memfokuskan pelatihan pada peningkatan kemampuan mereka dalam teknik Ikat, sehingga variasi motif-motif yang mereka hasilkan akan menjadi lebih banyak.

Staf Ahli Inpex Masela, Halida Hatta menyatakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat di Kabupaten
Perusahaan Migas asal Jepang itu melakukan pelatihan tersebut dalam program kolaborasi dan sinergi bersama Bank Indonesia (BI).

Halida menyampaikan hal tersebut saat kegiatan inagurasi dan penutupan tahap I program pengembangan kain Tenun Tanimbar yang dihadiri oleh perwakilan BI Maluku, Asisten 2 Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten KT dan sejumlah undangan bertempat di balai Desa Amdasa, Selasa (19/3).

Dia berharap dengan program lanjutan itu dapat merevitalisasi Tenun Tanimbar, baik sebagai budaya lokal maupun ekonomi kreatif masyarakat.

Sementara bagi BI, kata dia, program ini merupakan bentuk dari program pengembangan ekonomi lokal. Inpex dan BI, lanjutnya, melihat banyak potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari pelatihan tenun, karena tenun ini merupakan pemicu potensi ekonomi lainnya seperti menjahit seragam atau produk fesyen lainnya.

“Kami bersyukur bisa jalin kerja sama dengan BI. Tadi kita dengar bersama bahwa BI di mana kantor mereka berada ingin untuk membangkitkan dan juga mengembangkan potensi-potensi masyarakat,” ujarnya.
(jimmy ayal/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!