Sekilas Info

Kakanwil Agama Maluku Berharap Kelulusan Siswa Madrasah Bisa Capai 100 Persen

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Agama Maluku, Yasir Rumadaul berjabat tangan dengan para siswi di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ambon, Rabu (13/3).

satumalukuID - Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad, berharap agar pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional - Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tingkat Madrasah Aliyah (MA) tahun ajaran 2018/2019 bisa mencapai angka 100 persen.

Dimana pelaksanaan UAMBN sendirj merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana evaluasi peserta didik, satuan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, serta sistemik.

Demikian sambutan tertulis Kakanwil Kemenag Maluku yang disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Yasir Rumadaul sebelum membuka pelaksanaan UAMBN-BK di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ambon, Rabu (13/3).

Untuk itu dalam pelaksanaan ujian dilakukan secara eksternal yang berskala besar untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kompetensi lulusan dengan standar nasional, mengingat tujuan UAMBN adalah memetakan mutu pendidikan sekaligus mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada madrasah secara nasional.

"Dengan demikian peran ujian berstandar nasional ini dinilai penting dalam rangka memantau peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia," terangnya.

Kakanwil berharap UAMBN di tahun mendatang sudah 100% berbasis komputer, dikarenakan tahun pelajaran 2018/2019 telah menggunakan dua metode, yakni UAMBN-BK dan Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional Kertas Pensil (UAMBN-KP).

Dengan demikian, peningkatan kelulusan secara maksimal, kompetisi pada dunia perguruan tinggi di Indonesia dan lebih terpenting jumlah lulusan madrasah di Maluku dapat memiliki akhlakul karimah ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selain itu, diharapkan kepada para praktisi pendidikan madrasah dapat mampu merubah wajah UAMBN dari sekedar proses manajerial menjadi sebuah strategi revolusi mental berdimensi dakwah keumatan.

"Selama bertahun-tahun pola pikir siswa madrasah ditenun dengan materi agama, pola perilaku mereka dipintal oleh lingkungan pembelajaran yang sarat aktivitas keagamaan. Jika keduanya berjalan dengan baik, secara alamiah siswa madrasah akan tumbuh berkembang menjadi agamawan yang ilmuwan dan ilmuwan yang agamawan," tegas.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala MAN 1 Ambon, Sirajudin Mahubessy dalam laporannya merincikan jumlah peserta yang mengikuti UMBN-BK tahun pelajaran 2018/2019 di lingkungan sekolahnya terdiri dari 180 siswa.

Agar dapat berjalan lancar dan sukses, disiapkan 17 orang pengawas yang terlibat aktif langsung mengawal proses pelaksanaan ujian dengan menggunakan perangkat komputer tersebut. (SM-1O)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!