Sekilas Info

Sedang Studi Banding, DPRD Kota Ambon Sepi Aktifitas

satumalukuID -  Aktifitas di DPRD kota Ambon, pekan ini sepi dari agenda persidangan. Pasalnya, 35 anggota legislatif DPRD Kota Ambon sementara bertolak ke beberapa daerah untuk pembobotan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang ditargetkan ditetapkan pada masa persidangan I tahun sidang 2019..

Pasca penyerahan delapan ranperda usulan eksekutif Pemkot Ambon, DPRD kota Ambon kemudian membentuk panitia khusus (Pansus) berbasis komisi untuk membahas dan menetapkan delapan ranperda menjadi perda kota Ambon.

Sejumlah ranperda ini diantaranya, ranperda tentang Penyidik PPNS, Kota Ambon Kreatif Berbasis Musik, Pembentukan PDAM, Kawasan Tanpa Rokok, Perubahan perda nomor 11 tahun 2012 tentang Retribusi dan Pelelangan Ikan, Perubahan perda nomor 15 tahun 2012 tentang Struktur dan Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Penyelenggara Reklame, dan ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kota Ambon.

Dari delapan ranperda ini telah dibagi ke masing-masing pansus berbasis komisi, untuk dibahas dan ditetapkan menjadi perda kota Ambon sebelum akhir masa sidang, yakni akhir April 2019.

“Dari delapan ranperda ini dibagi per komisi dan sudah dibentuk pansus untuk membahas masing-masing ranperda. Jadi masing-masing pansus melakukan studi banding untuk pembobotan ranperda. Karena targetnya itu harus selesai masa sidang ini,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta, ketika dikonfirmasi. Selasa (12/3).

Politisi Golkar ini mengaku, seluruh ranperda ini akan dibahas secara maraton oleh seluruh pansus. Karena dalam beberapa waktu ke depan, seluruh anggota DPRD akan disibukan dengan proses pemilu 2019. Yakni seluruhnya berproses kembali sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD kota maupun provinsi, periode 2019-2024.

Seluruh pansus baru akan kembali pada akhir pekan ini. Dan Senin pekan depan, seluruh hasil studi banding akan disampaikan untuk dibahas secara internal.

“Waktu kita sangat terbatas, karena dalam waktu dekat ini DPRD akan kembali berproses sebagai caleg. Sementara ranperda ini harus diselesaikan sebelum masa sidang ini berakhir. Kita optimis 8 ranperda ini bisa diselesaikan sesuai target yang ditentukan,” jelasnya. (SM-10).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!