Sekilas Info

Testimoni Alumnus Fakultas Teknik Unpatti asal Tual soal Kiat Meraih Beasiswa Australia Awards

Anita Rachmat Persada Jeujanan

satumalukuID- Sejumlah mahasiswa asal Indonesia melanjutkan pendidikan S2 di sejumlah universitas di Australia untuk mengejar cita-cita dan membangun kapasitas diri melalui program beasiswa Australia Awards yang diberikan oleh pemerintah Australia kepada warga Indonesia.

Salah satu penerima beasiswa Australia Awards yakni Anita Rachmat Persada Jeujanan, perempuan yang berasal dari Tual, Maluku. Anita adalah lulusan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Program Studi Teknik Industri di Universitas Pattimura Ambon angkatan 1999.

Saat ini dirinya berstatus pegawai negeri sipil di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Provinsi Papua.

"Khusus kami yang tinggal di wilayah Indonesia Timur, jangan pernah takut untuk mencoba. Dengan berani mencoba kita pasti akan bertemu kendala dalam perjuangan meraih beasiswa itu. Tapi kendala bukan menjadi halangan untuk tidak mencoba," ujar Anita di Brisbane, Queensland, Australia, Sabtu waktu setempat.

Anita kini melanjutkan pendidikan di Universitas Griffith untuk meraih gelar Master of Global Development. Dia mulai kuliah di universitas itu pada Februari 2019 dan akan berakhir pada November 2020.

Perempuan kelahiran 13 Oktober 1982 itu menuturkan salah satu tantangan adalah bisa menguasai bahasa Inggris, untuk itu, dia belajar sendiri dan mengikuti kursus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris dan sertifikat untuk International English Language Testing System (IELTS) merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan Australian Awards agar bisa dipertimbangkan untuk layak menerima beasiswa itu atau tidak.

"Saya sempat belajar otodidak, mengikuti kursus singkat di salah satu lembaga kursus lokal di Kabupaten Mimika Timika Papua. Saya tahu benar bahwa kemampuan Bahasa Inggris saya masih sangat minim. Beruntung lagi, karena sebelum melamar beasiswa Australia Awards tahun 2017, saya lulus seleksi beasiswa short term dari Australia Awards Scholarships tahun 2016 melalui program English Learning Training Assistance (ELTA)," ujarnya.

Beasiswa jangka pendek tahun 2016 itu hanya diberikan pada mereka yang tinggal di tujuh wilayah sasaran yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat serta Aceh.

Di ELTA, dia diajarkan 'Academic English', dan dipersiapkan untuk mengikuti tes IELTS. Dia mengatakan menjadi pengalaman yang pertama kali mengikuti tes IELTS, apalagi dia mendapat biaya tes serta akomodasi gratis.

Dia mengatakan Australia Awards Scholarships menerapkan sistem seleksi dan penyaringan yang sangat ketat dan terperinci di setiap tahun pembukaan penerimaan calon penerima beasiswa.

Dia bersaing dengan lebih dari 5.300 pelamar beasiswa, dan dia termasuk dalam 600 calon penerima beasiswa di tahun 2017 dan masuk dalam tahapan seleksi lanjutan yang disebut Join Selection Team (JST).

Setelah itu, masih ada dua tahapan lain yang mesti diperjuangkan yaitu tes IELTS dan wawancara. "Dua tahapan ini termasuk berat karena hanya akan dipilih 300 orang saja. Saya bersyukur saat itu saya menjadi satu dari 300 orang tadi yang lulus seleksi Australia Awards Scholarships tahun itu," ujarnya. (m-15/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!