Sekilas Info

Kasus Wanita Meninggal di Kosan Batumerah; Suami Mengaku Pukul, Tendang dan Banting Korban

Pelaku ZA yang melakukan penganiayaan berat kepada istrinya saat digelandang menuju Rutan Polres Ambon dan PP Lease.

satumalukuID - Wakapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Kompol Ferry Mulyana mengatakan, kasus kematian Nur Nabila (25), wanita yang awalnya meninggal misterius, terungkap setelah suaminya bernisial Zulfikar Abdullah alias ZA (28) mengaku kepada penyidik kalau dirinya telah melakukan penganiayaan berat terhadap korban.

Pelaku mengaku sempat cekcok mulut dengan sang istri, kemudian dia melakukan tindakan pemukulan, menendang dan membanting sehingga ada benturan memtikan di belakang kepala korban.

"Kasus ini bermula dari laporan tersangkanya sendiri ke polisi yang mengatakan bahwa isterinya Nabila mengalami 'over dosis' obat pada Jumat (8/3) pukul 23.00 WIT kemudian korban di evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara dan dinyatakan sudah meninggal dunia," kata Wakapolres di Ambon, Sabtu.

Tetapi tersangka tidak percaya lalu kembali membawa korban ke RST dr. Latmeten Ambon yang juga menyataan kalau korban ternyata sudah meninggal dunia.

Namun, dalam hal ini Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, terutama dari unit Buru Sergap tidak mempercayai begitu saja penuturan tersangka.

"Karena setelah dilaksanakan olah tempat kejadian perkara, ternyata di sana terdapat beberapa titik adanya dugaan tindak kekerasan kemudian dibantu keterangan beberapa saksi yang menyatakan mendengar adanya cekcok mulut dari keduanya," jelas Wakapolres.

Saat itu tersangka diduga melakukan penganiayaan terhadap isterinya hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut dia, cekcok mulut ini diduga karena masalah ketidak-jujuran dalam urusan rumah tangga.

Pelaku yang merupakan suami korban diduga telah membohongi isterinya dengan cara meminta izin keluar rumah untuk bermain "game" di rumah teman, tetapi isterinya mengecek lokasi yang disebut pelaku, tetapi nyatanya tidak berada di tempat dan saat ditanya korban, ZA tidak terima.

Dari situ terjadi cekcok mulut dan korban dipukuli hingga akhirnya meninggal dunia, dan berdasarkan hasil otoupsi diketahui ada benturan di belakang kepala dan korban juga dipukuli serta ditendang pelaku.

"Awalnya dia mengaku isterinya 'over dosis' obat dan tidak mengakui perbuatannya, tetapi setelah dilakukan penyelidikan akhirnya dia mengakui memukuli, menendang, serta membanting korban sehingga ada benturan di belakang kepala dan memar di bawah ketiak, tangan kiri dan kanan, serta kaki," jelas wakapolres.

Barang bukti yang telah diamankan polisi di antaranya berupa baju korban dan kain bekas membersihkan percikan darah di dalam kamar kos tempat mereka tinggal selama ini.

Tersangka pelaku selama ini berprofesi sebagai tukang ojek, sedangkan isterinya adalah salah satu karyawan pusat perbelanjaan di Kota Ambon. (daniel leonard/ant)


Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!