Sekilas Info

Waktu Tempuh Hanya 45 Menit, Perlu Didorong Konektivitas Saumlaki – Darwin

satumalukuID - Konsulat Indonesia untuk Darwin, Australia Utara, Dicky Soejanatamohardja, mendorong perlu adanya konektivitas erhubungan dari dan ke Maluku karena strategis untuk pengembangan berbagai sektor. Mnimal dibukan penerbangan dari Saumlaki ke Darwin.

"Saya barusan bersilaturahim dengan Wagub Maluku, Zeth Sahuburua dan menyampaikan perlunya didorong konektivitas perhubungan dari Maluku ke Darwin dan sebaliknya agar bisa mengoptimalkan berbagai kerja sama saling menguntungkan," katanya, di Ambon, Rabu (6/3(.

Konektivitas perhubungan, terutama udara itu untuk menjadi pintu masuk maupun keluar ke Indonesia bagian Timur, begitupun Darwin sebagai transit ke berbagai kota di Australia.

"Minimal dibuka penerbangan Saumlaki, ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Darwin karena waktu tempuh hanya berkisar 40 - 45 menit," ujar Dicky.

Alasannya, Saumlaki merupakan daerah terluar Maluku yang letak geografisnya dekat dengan Darwin.

"Kami mengharapkan Pemprov Maluku bisa mendorong maskapai penerbangan beroperasi dari Saumlaki ke Darwin karena bila warga Australia mau ke Maluku haruslah melalui Denpasar, Bali sehingga membutuhkan waktu tempuh relatif lama maupun anggaran besar," kata Dicky.

Dia mengakui, terbukanya konektivitas perhubungan mendorong wisatawan Australia berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Maluku, termasuk peluang kerja sama pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

"Rasanya kerja sama menyelenggarakan lomba layar (yacht race) Darwin - Saumlaki rutin setiap tahun perlu ditingkatkan untuk sektor lainnya karena warga di sana memiliki keterikatan kekeluargaan dengan masyarakat di Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB, Papua, Papua Barat dan Bali," ujarnya.

Apalagi, para veteran perang dunia II asal Australia merayakan gugurnya tentara persemakmuran yang disebut "anzac day" di taman makam Kapaha, Kota Ambon pada 25 April setiap tahun sehingga merupakan peluang untuk perlunya membuka konektivitas perhubungan.

"Kami mengharapkan Pemprov Maluku mendorong pemerintah pusat untuk menindaklanjuti peluang kerja sama strategis ini dengan mengoperasikan penerbangan," kata Dicky.

Sedangkan, Wagub Maluku, Zeth Sahuburua mengapresiasi dorongan dari Konsulat Indonesia untuk Darwin yang nantinya merupakan masukan bagi kepemimpinan pemerintahan Maluku yang baru karena bersama Gubernur, Said Assagaff akan mengakhiri masa tugas pada 10 Maret 2019.

"Rasanya untuk penerbangan sudah diminta Garuda Indonesia untuk mengoperasikan pesawat dari Saumlaki - Darwin, termasuk Imigrasi membuka kantornya di ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, hanya saja belum direalisasikan," ujarnya.

Wagub melihat, pengoperasian Migas Blok Masela pastinya berbagai peluang usaha memungkinkan perlunya dibuka konektivitas penerbangan dari Saumlaki - Darwin karena bisnis tersebut membutuhkan tenaga ahli maupun pekerja lainnya.

"Rasanya pengoperasian Migas Blok Masela menjadi pertimbangan ekonomis untuk maskapai penerbangan mengoperasikan pesawatnya, termasuk sektor pariwisata, kesehatan dan lainnya yang strategis di Maluku," katanya. (alex sariwating/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!