Sekilas Info

BMKG Prediksi Potensi Angin Kencang Terjadi di Aru, Tual, Maluku Tenggara, Tanimbar dan MBD

satumalukuID - Masyarakat di wilayah perbatasan Maluku diimbau mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir maupun angin kencang hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar saat dikonfirmasi, Minggu mengatakan, kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di Kabupaten Kepulauan Aru, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD).

Kabupaten dan Kota di wilayah perbatasan ini letak geografis dekat dengan Australia dan Timor Leste.

Apalagi, adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Kondisi tersebut dipengaruhi adanya TC "HALEH" 995 hPA MAX 35kt di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra.

Daerah dengan potensi pertumbuhan awan hujan akibat adanya pertemuan dan belokan angin di wilayah Maluku Bagian Tenggara hingga Barat Daya yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan gelombang sesaat, ujar Ot.

Sedangkan, kondisi sinoptik angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan terbesar 20 Knots (40 KM/jam).

Tinggi gelombang mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi Laut Maluku bagian Utara. Suhu 18 - 21 derejat Celcius dan kelembaban 80 - 90 persen.

Dia mengatakan, para nelayan telah diimbau mewaspadai gelombang tinggi tersebut dan hendaknya jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut, apalagi sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

Ot mengemukakan, imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

"Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan," kata Ot. (alex sariwating/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!