Sekilas Info

LEGACY SAID ASSAGAFF (2); Monumental 38 Tahun Pengabdian untuk Maluku

satumalukuID - Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Manusia? Manusia dikenang karena jasa baiknya.

Pepatah kuno itu rupanya dipegang teguh oleh Said Assagaff. Gubernur Maluku periode 2014-2019 itu berusaha keras untuk meninggalkan berbagai prestasi sepanjang hidupnya.

Saya berusaha keras untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Maluku,” ujar Bib, panggilan keseharian gubernur yang rendah hati itu.

Bib memang sudah berhasil menunjukkan hasil kerjanya. Maluku kini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia.

Pada 2018, ekonomi Maluku diperkirakan naik 6,34 persen –jauh di atas angka rata-rata nasional. “Makin lama,  angka pertumbuhan ekonomi Maluku makin kencang. Pada 2017, pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat 5,81%, tapi sekarang di atas 6 persen,” ujar Bib saat diwawancarai di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Bib, pertumbuhan ekonomi Maluku didukung oleh penguatan kinerja hampir seluruh sektor, termasuk ekspor. Secara kumulatif, nilai ekspor Maluku dari Januari sampai dengan Agustus 2018 tercatat sebesar USD27,77 juta atau mengalami peningkatan sebesar 50,03% dibandingkan periode yang sama 2017. Ekspor terbesar saat ini adalah ikan dan udang.

Setiap hari, Maluku menerbangkan ikan segar ke Hongkong, Sydney, dan Tokyo hingga 10 ton. Menurut catatan, selama periode Januari sampai dengan Agustus 2018,  terjadi peningkatan ekspor udang dan ikan sebesar 526,13%. Potensi perikanan di Maluku  memang sangat besar. Berdasarkan sigi yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Maluku memiliki potensi perikanan hingga 4 juta ton per tahun.

“Ikan benar-benar melimpah. Pada tahun 1980an, potensi ikan Maluku hanya sekitar 1,7 juta ton,” tandasnya.

Karena itu, Bib selalu berusaha agar ekspor ikan dari Maluku bisa diperlancar. Untuk pengangkutan, Bib sudah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia. Sementara untuk memperlancar aspek perizinan, Bib juga telah berkoordinasi dengan Bea dan Cukai agar dokumen ekspor ikan bisa dipercepat pengurusannya. “Sekarang, dokumen bisa selesai dalam 1,5 jam,” katanya.

Investasi pun terus didorong. Maluku sekarang, sudah sangat ramah investasi. Infrastruktur sudah bagus karena telah tercipta konektivitas yang terintegrasi antara moda transportasi laut, udara, dan darat.

Di samping itu, proses perizinan pun sudah disederhanakan dengan layanan satu atap. “Kepada aparat yang menangani perizinan, saya selalu menekankan bahwa investor harus memiliki kesan yang baik tentang Maluku. Jika ada satu saja investor yang tidak puas, mereka akan bercerita tentang ketidakpuasannya kepada kawan-kawan sesama pengusaha,” ujar Bib.

Harus Jadi Berkah

Tingginya pertumbuhan ekonomi Maluku memang pantas membuat Bib berbangga. Tetapi pada saat yang sama, Bib tak ingin warga Maluku hanya bisa menjadi penonton. Karena itu, persoalan penguatan kualitas SDM juga mendapatkan perhatian serius dari gubernur ini. Masyarakat Maluku harus menjadi bagian dari kemajuan itu.

Tak heran, Bib rela menyisihkan dana APBD untuk membiayai 80 mahasiswa untuk belajar tentang pertambangan di Universitas Padjadjaran, Bandung. Bahkan, pada saat ini, Said juga mengirimkan sejumlah mahasiswa S3 di beberapa perguruan tinggi di Rusia.

“Mereka ini kelak bisa mengisi kebutuhan tenaga di pertambangan minyak di Blok Masela, atau di tempat lain,” ujar sang gubernur.

Bib juga ingin masyarakat Maluku akan mendapatkan limpahan berkah dari menggeliatnya industri kepariwisataan di Maluku. “Kami juga mengirim banyak mahasiswa untuk belajar tentang kepariwisataan di Universitas Udayana, Bali,” ujarnya.

Dia melihat, pada saat ini, perkembangan pariwisata Maluku memang masih jauh dari harapan. Namun, ke depan, industri pariwisata di provinsi ini akan berkembang pesat.

“Kami punya sangat banyak aset wisata,” ujar Bib. Ada aset wisata sejarah, wisata  budaya, hingga wisata alam. Pemprov Maluku bahkan sudah pernah melakukan survei terhadap para wisatawan di Bali.

Hampir 90 persen wisatawan mengaku sudah mengetahui keindahan Provinsi Maluku. Di antara mereka, sangat banyak pula yang ingin mengunjungi Maluku. Kendala yang ada saat ini adalah karena belum adanya penerbangan direct yang menghubungkan Maluku dengan pusat-pusat wisatawan.

Beberapa kali Bib berusaha untuk meminta agar dibuka penerbangan langsung dari Bali menuju destinasi wisata di Maluku. Kalau ada 5 persen wisatawan di Bali yang melanjutkan perjalanan ke Maluku, industri pariwisata Maluku pasti akan langsung meroket perkembangannya. Bib juga mendorong agar penyedia jasa penerbangan juga membuka rute Maluku dengan berbagai kota di Australia.

Masih sangat banyak hal positif yang diwariskan oleh Bib untuk Maluku sejak dia berkecimpung di dunia birokrasi (1980-2008), saat menjadi Wakil Gubernur Maluku (2008-2013), maupun ketika menjadi Gubernur Maluku (2014-2019).

Berkat usaha kerasnya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Provinsi Maluku bahkan didaulat menjadi daerah dengan kebahagiaan tertinggi kedua di Indonesia.

Dia berharap, berbagai legacy dan catatan baik itu akan tetap berlanjut saat Provinsi Maluku berganti pemimpin pada 11 Maret 2019. Yang pasti, banyak hal yang sudah dihasilkan selama 38 tahun Bib mengabdikan diri demi kemajuan Maluku. (*)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!