Sekilas Info

Dua Pegawai Kantor Pos Ambon Dituntut 1,6 Tahun Penjara dan Denda 50 Juta Rupiah

Sidang kasus pengiriman cinnabar (Daniel Leonard)

satumalukuID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Hendrik Sikteubun menuntut terdakwa dua pegawai Kantor Pos Ambon yakni Muhammad Alzan Usemahu alias AI (30) dan Hendra Yusuf Anakotta alias Hendra (30) dengan pidana penjara satu tahun enam bulan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (28/2).

Dua pemuda asal Kelurahan Silale, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini, terbukti bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sidang tuntutan tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai, Lucky Rombot Kalalo didampingi dua hakim anggota, Hamza Kailul dan Philip Pangalila. Sedangkan para terdakwa didampingi Penasehat Hukum, Abdul Syukur Kaliki.

Tak hanya pidana badan, JPU Hendrik Sikteubun juga menuntut kedua terdakwa membayar denda Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, awalnya pada Sabtu 8 September 2018 sekitar pukul 20.00 WIT, terdakwa Hendra Yusuf Anakotta alias Hendra menghubungi terdakwa, Muhammad Alzan Usemahu yang adalah karyawan PT Pos cabang Ambon.

Saat menghubungi terdakwa, Muhammad Alzan Usemahu, terdakwa Hendra menyampaikan bahwa "besok katong pi ambil barang di Sumber Asia".

Keesokan harinya, Minggu 9 September 2018 sekitar pukul 10.00 WIT, kedua terdakwa dengan menggunakan mobil operasional Kantor Pos pergi mengambil barang berupa bahan tambang Cinabar di Hotel Sumber Asia II.

Setelah sampai di Hotel Sumber Asia II. Kedua terdakwa langsung bertemu dengan Mas Ongol yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Kemudian dibantu Mas Ongol, kedua terdakwa mengangkat barang berisikan sebanyak 20 koli cinnabat itu ke dalam mobil yang digunakan kedua terdakwa.

Setelah itu, Mas Ongol memberikan uang Rp 3,5 juta kepada terdakwa Hendra Anakotta, selanjutnya Hendra Anakotta mengambil Rp 700 ribu dan membagikan sisanya Rp 2,8 juta kepada terdakwa, Muhammad Azlan Usemahu.

Setelah itu, kedua terdakwa membawa barang berisikan cinabar tersebut dan menitipkannya di ruang Arsip Kantor Pos cabang Ambon.

Kemudian pada 14 September 2018 sekitar pukul 08.00 WIT terdakwa Muhammad Usemahu mendatangi saksi Hilary Irene Solukh alias Iren yang saat itu bertugas di loket pelayanan agar secepatnya mengirim barang beriskan 20 koli cinabar tersebut.

Namun saksi Irene menolaknya, terdakwa Muhammad Usemahu terus mendesak dan berdalih bahwa dia disuruh kepada Kantor Pos.

Sehingga saksi, Irene menyetujuinya dan membuat resi pengiriman untuk mengirim barang tersebut.

Setelah itu, terdakwa langsung mengantar barang tersebut ke pelabuhan Yos Sudarso Ambon untuk dikirim menggunakan KM. Tidar dengan tujuan Bau-Bau.

Usai mendengar pembacaan tuntutan tersebut, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Kamis (7/3) dengan agenda pembelaan. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!