Sekilas Info

Tokoh Adat Kepulauan Aru Ikut Berperan Imbau Pelaku Bentrokan Warga Serahkan Diri

satumalukuID - Tokoh adat dan tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku berperan dalam memediasi bentrokan antara warga Lorlor dengan Salarem serta mengajak sejumlah tersangka pembunuhan untuk menyerahkan diri sukarela ke Mapolres Pulau Aru.

"Kami ucapkan penghargaan dan terima kasih kepada para tokoh adat dan tokoh agama maupun tokoh masyarakat Aru, karena peranan mereka turut menciptakan suasana keamanan jadi kondusif, dan mengajak para pelaku bentrokan untuk serahkan diri," kata Kapolres Pulau Aru AKBP Adolf Bormasa, di Ambon, Rabu (27/2/2019).

Bentrokan antarwarga Lorlor dan Salarem di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru pada Minggu (17/2) dinihari menyebabkan dua orang warga tewas mengenaskan.

Menurut Kapolres, ada dua tempat kejadian perkara dalam insiden tersebut, dengan kasus pertama pelakunya warga Lorlor, dan TKP kedua adalah para pelaku dari Salarem yang melakukan pembalasan atas kematian Ruben Labok (30).

Setelah kejadian, polisi langsung mengamankan lokasi TKP pertama di Lorlor, dan polisi telah masih membuat surat panggilan kepada dua warga untuk dimintai keterangan.

Kejadian kedua, pelakunya warga dari Salarem, awalnya diserahkan dua orang pelaku, dan setelah diperiksa hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang datang ke Mapolres dengan barang bukti lengkap.

"Saya mengundang kedua belah pihak dan menanyakan kemana para tersangka pelaku lainnya, dan dijelaskan bahwa mereka telah melarikan diri ke kampungnya di luar Pulau Dobo," kata Kapolres.

Akhirnya para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini difasilitasi Polri untuk pergi ke kampung menjemput tiga tersangka, lalu menyerahkan diri ke mapolres.

Hingga saat ini sudah ada delapan pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya empat orang dari Lorlor dan empat lainnya dari Salarem.

"Pasti ada pengembangan penyelidikan lebih lanjut, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka, dan para pelaku ini ada yang dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana maupun pasal 338 dan pasal 170 KUHP," ujar Kapolres lagi.

Penyidik Polres Pulau Aru masih melakukan pendalaman, dan bila ada dugaan keterlibatan calon tersangka lain maka polisi akan berkoordinasi dengan para tokoh untuk mengajak mereka menyerahkan diri secara sukarela.

Penyebab bentrokan antarwarga yang mengakibatkan Ruben Labok dan Golden Gutanjala (34) tewas mengenaskan, akibat masalah minuman keras, dan tidak ada latar belakang perkara lain melainkan merupakan kriminal murni.

"Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa juga telah menginstruksikan kepada kami untuk setiap saat melakukan razia minuman keras," katanya lagi. (daniel leonard/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!