Sekilas Info

Soal 38 Kontainer Kayu Ilegal asal Aru, Polisi: Sudah Lolos Pemeriksaan Gakkum Dishut Maluku

satumalukuID - Humas Polda Maluku bersama Polres Pulau Aru menyatakan 38 kontainer kayu asal Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru yang diamankan di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur sebenarnya sudah melewati proses pemeriksaan dokumen oleh Gakkum Dishut Maluku sebelum diberangkatkan.

"Seolah-olah polisi melakukan tindakan pembiaran, lalu kenapa kami klarifikasi dan bukannya melempar kesalahan kepada pihak lain, tetapi kalau menyangkut masalah kayu itu ada instansi teknisnya di situ," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhammad Roem Ohoirat, di Ambon, Rabu (27/2/2019).

Menurutnya, terkait kayu yang ditangkap di Surabaya itu rekan-rekan polisi yang ada di sana, telah melihatnya dan ternyata ada kelengkapan dokumen.

Kemudian, sebelum kayu diangkut, sudah melalui proses pemeriksaan oleh instansi teknis Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, karena menyangkut peredaran hasil hutan langsung ditangani mereka.

Berdasarkan keterangan polres di sana bahwa kayu-kayu itu sebelum diangkut sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dishut provinsi, sehingga diterbitkan dokumennya.

"Kami tidak bisa menyatakan bahwa itu legal atau tidak, karena kalau Dishut menyatakan itu ilegal karena tidak ada pembayaran kita tidak ngerti, namun yang jelas kayu itu sudah diperiksa dinas teknis sebelum diangkut ke luar Pulau Dobo," ujarnya.

Kapolres Pulau Aru AKBP Adolf Bormasa menjelaskan dari 38 kontainer itu bukan hanya satu pemilik kayu, tetapi ada beberapa pemilik dan resminya di Aru ada dua pengusaha di sana selaku pemegang izin, yakni Wempi Darmatan dan Buce Rahayaan.

"Yang bermasalah di sini adalah kayu milik Buce Rahayaan dalam arti saat tiga kontainer yang sudah selesai dirig oleh Gakkum dari provinsi, dan setelah naik lalu mereka input pembayaran itu ke sistem secara online," ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan pembayaran, lalu terjadi masalah pada sistem dan itu masalah teknis mereka.

Namun sebelum diangkut, tim Gakkum provinsi sudah melakukan pemeriksaan kemudian menerbitkan dokumen lalu berangkat ke Surabaya.

Mereka ditangkap di Surabaya, dan sejauh ini Polres Pulau Aru masih melakukan penyelidikan tentang beberapa kontaier yang dinyatakan bermasalah tersebut.

"Jadi, tiga kontainer yang dibilang ilegal itu bukan disisipkan melainkan dimuat secara bersama-sama," kata Kapolres lagi.

Kayu itu dimuat di Pelabuhan Dobo dan untuk masuk kawasan pelabuhan saja sudah dilakukan pemeriksaan, kemudian di sana ada Pos KP3, sehingga tidak mungkin kalau dibilang mereka mengaku tidak tahu ada kayu diangkut, ujarnya lagi.

Menurutnya pula, Gakkum Dishut Maluku selaku instansi teknis juga yang melakukan pemeriksaan, sehingga sudah pasti tahu, lalu bagaimana dibilang polisi melakukan pembiaran. (Daniel Leonard/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!