Sekilas Info

Jadi Tersangka Pencabulan dan Persetubuhan Anak, Empat Remaja di Ambon Dijerat UU Perlindungan Anak

satumalukuID - Sedikitnya empat orang remaja berusia belasan tahun ditetapkan polisi sebagai tersangka karena diduga telah melanggar pasal 81 dan 82 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

"Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa penyidik atas laporan kasus dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur," kata Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan PP Lease, Ipda Julkisno di Ambon, Selasa (26/2/2019).

Empat tersangka yang masih remaja ini dilaporkan orang tua korban ini masing-masing berinisial AT dan J masing-masing berusia 19 tahun, serta WT (15) dan rekannya YP (16).

Selain itu, penyidik dari unit perlindungan perempuan dan anak Polres Ambon juga telah meminta keterangan dari tiga orang saksi lainnya.

Keluarga korban melaporkan perbuatan bejat empat pelaku itu ke SPKT Polres akibat perbuatan bejat terhadap korban yang masih berusia 13 tahun.

Menurut Julkisno, peristiwa dugaan tindak pidana ini terjadi pada Kamis, (21/2) sekitar pukul 00.30 WIT di kawasan pantai Tantui, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon).

"Awalnya korban pergi ke pantai untuk buang air besar sekitar pukul 22.00 WIT kemudian duduk-duduk di talud penahan ombak, tiba-tiba dia dihampiri pelaku dan memaksa korban untuk minum miras tradisional jenis sopi hingga mabuk," jelas Julkisno.

Pada saat bersamaan, korban dicabuli oleh pelaku YP dan WT secara bergantian.

Setelah itu korban digiring ke semak-semak dekat pantai oleh pelaku J dan AT lalu menyetubuhinya secara bergantian lalu empat pelaku ini pergi meninggalkan korban di tempat kejadian perkara.

Orang tua korban yang mengetahui peristiwa keji ini dari korban kemudian melaporkannya ke SPKT Polres Ambon dan para pelaku langsung diringkus. (daniel leonard/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!