Sekilas Info

38 Kontainer Kayu Ilegal dari Kepulauan Aru Maluku Disita di Tanjung Perak Surabaya

satumalukuID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan 38 kontainer berisi kayu jenis merbau diduga ilegal asal Kepulauan Aru, Maluku, yang diselundupkan melalui angkutan kapal laut tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Rasio Ridho Sani kepada wartawan di Surabaya, Senin, mengungkapkan, puluhan kontainer berisi kayu ilegal itu teridentifikasi diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Muara Mas pada 8 Februari melalui Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru.

Ia menjelaskan, kapal milik perusahaan pelayaran PT Tempura Mas Line itu selama berlayar mematikan "Automatic Identification System" (AIS), sehingga menyulitkan petugas KLHK untuk melacaknya.

"Mengacu tanggal berlayar dari Pelabuhan Dobo, kami memperhitungkan KM Muara Mas tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya atau sekitarnya pada 20 Februari," katanya.

Petugas KLHK kemudian berhasil mengidentifikasi satu kontainer dari KM Muara Mas yang sedang dibawa menuju ke sebuah kawasan industri di Gresik, Jawa Timur.

"Tanggal 22 Februari, sekitar pukul 15:20 WIB, kami mendapati 14 kontainer di tempat penampungan kayu ilegal milik perusahaan berinisial CHM di Jalan Mayjen Sungkono Gresik, 12 kontainer di antaranya sudah dibongkar muatannya," ujar Rasio.

Malam harinya, masih pada 22 Februari, petugas KLHK melanjutkan penyergapan dan menyita 13 kontainer kayu di penampungan milik perusahaan berinisial KAYT, kawasan Jalan Margomulyo Indah Surabaya, dan 11 kontainer kayu di penampungan milik perusahaan berinisial AGJU di Desa Winong, Pasuruan, Jawa Timur.

"Dengan demikian total 38 kontainer berisi kayu merbau ilegal asal Kepulauan Aru yang diangkut menggunakan KM Muara Mas berhasil kami amankan," ucapnya.

Rasio menyatakan masih menyelidiki perkara ini, di antaranya mengusut dugaan keterlibatan dari pihak perusahaan pelayaran PT Temas Line.

"Hingga kini, terhitung sejak akhir tahun 2018 lalu, kami telah menerbitkan 24 surat perintah penyidikan dari total barang bukti sebanyak 422 kontainer berisi kayu jenis merbau ilegal asal Maluku dan Papua yang diselundupkan ke wilayah Jawa Timur," ucapnya. (Slamet Agus Sudarmojo/ Hanif Nashrullah/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!