Sekilas Info

Bentrok Warga di SBB Maluku Berdampak pada Dunia Pendidikan

satumalukuID - Bentrokan antar warga desa Latu dan Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Rabu dini hari (20/2/2019) berdampak pada dunia pendidikan karena tiga unit bangunan sekolah dibakar hangus kelompok massa. Belum diketahui aksi ini dilakukan kelompok mana, namun dua unit SD, dan satu unit gedung SMP terbakar.

Satu unit SD ini berada di desa Hualoy. Dua gedung lainnya dibakar justeru bukan di dua desa berkonflik. Satu unit SD dan satu unit gedung SMP justeru berada di Tumalehu. Desa ini berada dekat dengan dua desa yang terlibat konflik.

Selain tiga gedung sekolah, dua unit perumahan guru dan dua rumah warga juga ikut dibakar massa. Situasi di daerah tersebut kini sudah berhasil dikendalikan aparat keamanan.

Bentrokan yang terjadi sejak Rabu dini hari kemarin antara Desa Hualoy dan Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB menyebabkan satu warga tertembak.

Warga yang terkena tembakan diduga berasal dari Desa Latu, atas nama Kubar Riring (30). Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas terdekat.

Sampai pukul 10.30 WIT, situasi perbatasan dua desa bertetangga ini sudah dikuasai aparat keamanan TNI dan Polri. Mereka menggunakan senjata lengkap di beberapa sudut kedua desa.

Informasi yamg dihimpun, Kapolres AKBP Agus Setiawan turun langsung ke lokasi bentrokan. Disana, masyarakat dua desa masih berjaga-jaga menggunakan parang dan tombak. Aktivitas masyarakat lumpuh total.

Jalur jalan di depan dua desa ini, menjadi poros utama ke Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dan ke Dermaga Ferry Waipirit. Akibat bentrokan jalur jalan itu ditutup total.

Konflik dua negeri bertetangga di Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB ini sudah sejak 04.30 WIT saling serang di Desa Latu dan Hualoy. Bunyi tembakan, hingga pada ledakan bom terdengar.

Tim Sabara Polres SBB dan juga pihak TNI setempat dibuat sibuk. Aparat Polres SBB yang Pos Pam di Kecamatan Amalatu dengan personil anggota polres Sabara mengeluarkan tembakan dan Gas Air mata untuk menghalau massa antara ke dua desa.

Untuk pengamanan Satgas Bko 711 dipimpin Ledtda Inf. Ida Bagus dan Anggota Koramil 1502/08 Kairatu serta personel Polres SBB telah berada di TKP dan terus mengamankan situasi.

Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan membenarkan kejadian tersebut. “Iya, benar. Saat pengaman masih terus dilakukan, dan masih di data,” kata Kapolres.

Memanasnya dua desa bertetangga ini akibat dari belum tuntasnya penangan kasus penganiayaan di kawasan STAIN, Kecamatan Sirimau, Ambon awal Januari 2019 .

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat yang dikonfirmasi kemarin membenarkn insiden tersaebut.

Ia pun mengatakan situasi sudah dikendalikan aparat TNI Polri, termasuk juga polisi berjaga-jaga di wilayah STAIN Ambon tempat awal perselisihan warga kedua desa itu. (MG-01/SM-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!