Sekilas Info

Warga Minta Jeda Waktu Pengosongan Lahan dari Kanwil Kemenag Maluku

satumalukuID - Sejumlah warga di kawasan Negeri Batumerah Ambon  akhirnya mengakui bangunan rumah yang ditempatinya adalah lahan milik Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku. Pengakuan ini terkait dengan rencana eksekusi pengosongan lahan.

Pernyataan pengakuan warga disampaikan dalam rapat tatap muka yang dipimpin Kabagb TU Kanwil Kemenag Maluku Jamaludin Bugis serta didampingi Kasubag Umum Jen Tepinalan dan Kasubag Hukum dan FKUB La Ciri yang berlangsung di ruang rapat Kanwil Kemenag Maluku, akhir pekan kemarin.

Dalam agenda pertemuan membahas tentang subtansi status tanah dan rencana pengosongan lahan diatas tanah hak milik Kanwil Kemenag sesuai sertifikat Badan Pertanahan Nasional (BPN) nomor 40 tahun 2006 dengan luas 5.000 M2.

Lahan ini sempat digugat pihak keluarga Nurlete yang mengklaim tanah tersebut miliknya. Namun setelah lewat proses hukum, berdasarkan putusan MA RI nomor 634 K/PDT/2008 serta peninjauan kembali MA Nomor 805 PK/PDT/2019, yang memiliki kekuatan hukum tetap diputuskan lahan tersebut milik Kemenag Maluku.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 90 menit, berjalan tertib aman dan lancar, Dijelaskan juga bahwa di atas lahan tersebut akan dibangun Kantor Urusan Agama (KUA) Sirimau.

Mendengar jeda waktu yang ditentukan hanya tiga bulan untuk dikosongkan, Mukadar dan Sangadji mewakili warga setempat, meminta adanya kebijakan pihak Kemenag untuk bisa meninjau kembali waktu tiga bulan, seraya berharap jeda waktunya bisa lebih diperpanjang.

Alasan tersebut mengingat rata-rata warga memiliki ekonomi yang berbeda, sehingga membutuhkan waktu untuk bisa mencari lokasi lain untuk dijadikan tempat tinggal baru.

Menanggapi permintaan warga, kata Bugis akan dibicarakan kembali dengan pimpinan tertinggi di Kanwil Kemenag Maluku, sehingga jika sudah ada keputusan maka warga akan diundang kembali untuk membahas batas waktu yang ditentukan untuk mengosongkan lahan milik Kanwil Kemenag Maluku.

"Jadi saya sebagai pimpinan rapat dan status saya sebagai bawahan, maka aspirasi ini akan saya sampaikan ke pimpinan tertinggi, selanjutnya nanti akan dipikirkan jalan tengahnya seperti apa," ujar Bugis. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!