Sekilas Info

Ekspor Ikan Maluku ke China dan Jepang Meningkat

Foto ilustrasi

satumalukuID - Gubernur Maluku menyatakan ekspor ikan Maluku, terutama ke China dan Jepang saat ini meningkat karena permintaan relatif tinggi.

"Saya dilaporkan tim peningkatan ekspor Provinsi Maluku bahwa saat ini ekspor ikan ke China dan Jepang memanfaatkan jasa pesawat Garuda Indonesia transit Jakarta rutin dua hari sekali," katanya, di Ambon, Senin.

Meningkatnya ekspor ikan Maluku setelah Gubernur melantik tim ekspor Maluku pada 8 November 2018.

Tim peningkatan ekspor Provinsi Maluku diketuai Asisten III Setda Maluku, Zulkifli Anwar beranggotakan Dinas Perindag , Dinas Kelautan dan Perikanan , Dinas Pertanian, Badan Karantina Ikan ,Bea dan Cukai, PT Pelindo, PT Angkasa Pura, Bank Indonesia Perwakilan Ambon, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Kemudian penerapan pelayanan ekspor 247 artinya semua pihak siap memberikan pelayanan selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu tanpa libur, hingga produk ekspor tiba di negara tujuan.

Sistem pelayanan ini juga menjamin seluruh dokumen ekspor yang dibutuhkan dapat diselesaikan dalam waktu cepat, termasuk saat barang akan diberangkatkan melalui pelabuhan Yos Sudarso Ambon maupun bandara internasional Pattimura menuju negara tujuan Gubernur menyatakan peningkatan ekspor Maluku sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2019 mencapai 300 persen.

"Saya saat rapat di kantor Pajak pada beberapa waktu lalu dilaporkan lebih dari 300 persen ekspor ikan Maluku dengan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah(PAD) bertambah," ujarnya tanpa merinci nilainya.

Peningkatan volume maupun nilai ekspor ikan Maluku ini, menurut Gubernur, seiring pemberlakukan dokumen ekspornya diterbitkan di Ambon.

"Jadi tidak lagi ikan diantarpulaukan ke Makassar, Sulawesi Selatan atau Surabaya, Jawa Timur, Bali maupun Jakarta, selanjutnya dilabel asal daerah tersebut untuk tujuan ekspor sehingga Maluku mengalami kerugian besar," katanya.

Ia mengakui para eksportir saat ini sedang menjajaki pangsa pasar di Eropa maupun Amerika Serikat agar meningkatkan, baik volume maupun nilainya.

"Pastinya, kualitas ekspor ke Amerika maupun Eropa haruslah kualifikasi A karenanya ketat peraturan di sana," ujar Gubernur.

Ia mengapresiasi terobosan ekspor komoditi laut lainnya yakni kepiting bakau hidup asal Kabupaten Kepulauan Aru ke negara tujuan Malaysia dan Singapura Kepiting bakau hidup ini dipasok dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru yang memiliki populasi jenis biota laut non ikan melimpah.

"Jadi UD Putri Desi selaku eksportir memasoknya dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru ke Bandara internasional Pattimura, selanjutnya diekspor langsung ke Malaysia dan Singapura melalui Jakarta," kata Gubernur.

Dia menyatakan para konsumen dari China sebenarnya berminat juga terhadap kepiting bakau hidup Maluku, tetapi ekspor UD Putri Desi masih membenahi sejumlah dokumen.

"Pastinya, pasar ekspor saat ini menjanjikan untuk kepiting bakau hidup Maluku sehingga tinggal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis membina para nelayan di Kabupaten Kepulauan Aru maupun lainnya memanfaatkan peluang usaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun kesejahteraan masyarakat pesisir," tandas Gubernur. (alex sariwating/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!