Sekilas Info

Kasus Suap, Mantan Kepala Kantor Pajak Ambon dan Anak Buahnya Disidang Terpisah

Mantan Kepala KPP Pratama Ambon La Masikamba yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Ambon. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

satumalukuID - Dua tersangka kasus penerima suap pajak, La Masikamba dan Sulimin Ratmin, akan disidangkan pada 19 Februari 2019 secara terpisah walau pun susunan majelis hakim tipikor yang sudah terbentuk sama.

"Mereka bakal menjalani proses persidangan secara terpisah karena peranannya yang berbeda dalam kasus suap pajak, tetapi susunan majalis hakim tipikornya tetap sama," kata juru bicara PN Ambon, Hery Setyobudi di Ambon, Sabtu.

Persidangan terhadap kedua tersangka ini berlangsung di wilayah hukum PN Ambon karena waktu dan tempat kejadian perkara serta para saksi seluruhnya berada di Kota Ambon.

Menurut Setyobudi, majelis hakim telah terbentuk pascapenyerahan berkas kedua tersangka oleh jaksa KPK tanggal 13 Februari 2019 dipimpin Pasti Tarigan dibantu Jenny Tulak serta Ronny Felix Wuisan (hakim karir) dan Bernard Panjaitan dan Jefry Yefta Sinaga (hakim adhoc tipikor) selaku hakim anggota.

Susunan majelis hakim tipikor yang dipimpin Pasti Tarigan yang juga wakil ketua PN Ambon ini sama dengan proses sidang terhadap Anthoni Liando, Direktur CV Angin Timur selaku pemberi suap kepada kedua tersangka.

Tersangka La Masikamba adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ambon nonaktif dan bawahannya Sulimin Ratmin selaku supervisor pemeriksa pajak madya nonaktif.

Untuk tersangka La Masikamba dijerat melanggar pasal 12 huruf (a) atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (b) UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan Sulimin Ratmin didakwa melanggar pasal 12 huruf (a) atau pasal 11 UU tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Anthoni Liando yang telah divonis tiga tahun penjara bersama La Masikamba dan Sulimin Ratmin awalnya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan di Ambon, Rabu, (3/10) 2018 lalu.

La Masikamba dan Sulimin diduga membantu Anthony mengurangi kewajiban wajib pajak orang pribadi tahun 2016 di KPP Pratama Ambon senilai Rp 1,7 miliar hingga Rp 2,4 miliar dan setelah melakukan komunikasi, kewajiban pajak Anthoni disepakati menjadi Rp1,037 miliar.

Atas kesepakatan tersebut, terjadi komitmen pemberian uang sebesar Rp320 juta yang diberikan secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp720 juta dan Sulimin Ratmin Rp120 juta. (daniel leonard/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!