Sekilas Info

Rahasia Dibalik Kenikmatan Narkoba

Foto ilustrasi narkoba yang dilarang penggunaannya karena melanggar hukum.

INDONESIA dalam kondisi darurat narkoba. Hal ini sangat memprihatinkan seluruh anak bangsa yang mendiami republik ini.

Bukan sesuatu yang mengada-ada tetapi kenyataan membuktikan bahwa tidak ada satupun daerah di republik ini yang bebas dari peredaran gelap narkoba.

Angka penyalahguna narkotika dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Sesuai hasil survey yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Univesitas Indonesia bekerjasama dengan BNN angka penyalahguna narkotika Indonesia pada tahun 2014 mencapai 4,02 juta lebih atau 2,18% dari total jumlah penduduk indonesia yang berusia 10-59 tahun.

Angka ini secara real bukan merupakan suatu pemasalahan yang dianggap sepele, mengingat kejahatan narkotika adalah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan kejahatan terorganisir (extra orginazed crime).

Trend penyalahguna narkotika terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun mendorong semua elemen bangsa untuk berpikir secara ekstra mengenai upaya penanggulangan permasalahan ini.

Presiden RI Ir Joko Widodo pun angkat bicara dan menyatakan bahwa Indonesia dalam keadaan darurat narkoba, apalagi tingkat penyalahgunaan narkoba lebih banyak melibatkan kalangan generasi muda yang adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Ironisnya semua upaya telah dikerahkan untuk memberantas peredaran gelapnya, sampai pada tingkat penerapan hukuman mati bagi produsen, bandar, dan pengedar akan tetapi masih saja ada yang mau bersedia untuk mengedar dan memakai narkotika yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Persoalan menjadi semakin rumit dengan kepiawaian para sindikat narkoba semakin canggih dalam mengemas modus-modus operandi yang dipergunakan untuk mengedarkan barang haram ini, mulai dari yang paling tradisional sampai dengan menggunakan teknologi canggih, semuanya dilakukan untuk mengelabui aparat penegak hukum agar dapat maloloskan narkoba tersebut untuk dipasarkan.

Menarik untuk dikaji apa faktor penyebab sehingga narkoba begitu diminati oleh banyak orang yang menyalahgunakannya dan begitu rumit untuk dituntaskan oleh aparat penegak hukum. Kenikmatan seperti apa yang ditawarkan atau dihasilkan oleh narkoba menyebabkan orang yang menyalahgunakannya begitu setia dan tunduk kepada penyalahgunaan serta bersedia menjadi budaknya narkoba dan mengajak orang lain untuk menggunakannya.

Inilah persoalan krusial dari waktu ke waktu yang selalu mengundang keprihatinan semua manusia di dunia, salah satu dampak buruk penyalahgunaan narkoba adalah kehancuran peradaban manusia secara absolut.

Kajian implisit untuk ditelusuri faktor penyebab kenikmatan yang ditawarkan oleh narkoba adalah rusaknya jaringan fungsi dan kerja otak secara permanen yang berdampak pada munculnya berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, ginjal, hepatitis B dan C serta berbagai penyakit kronis lainnya termasuk HIV/Aids.

Belum ada suatu penelitian atau riset yang menyatakan bahwa penyalahgunaan narkotika bermanfaat bagi tubuh manusia. Yang ada hanyalah narkotika sesuai dengan peruntukannya dapat dipergunakan untuk kepentingan medis dan kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) itupun harus melalui resep dokter atau seizin Kementrian Kesehatan sesuai pasal 35,36,37 dan pasal 53 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Akan tetapi hasil riset tentang penyalahgunaan narkotika semuanya menunjukkan kepada kehancuran organ tubuh manusia apabila menyalahgunakannya. Organ tubuh yang paling parah menerima kerusakan adalah otak.

Otak merupakan organ yang sangat vital dari tubuh manusia berfungsi untuk melakukan perintah kepada organ tubuh lain agar dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan fungsinya.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala keunggulannya belum dapat menciptakan otak yang dapat bekerja secara baik dan utuh seperti yang dimiliki oleh manusia. Itu berarti otak manusia itu ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak dapat dialih fungsikan melalui segala rancangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilki oleh manusia.

Kita kenal narkotika masuk ke dalam tubuh manusia melalui 3 cara antara lain:

1. Melalui mulut (oral) narkotika yang dipakai dengan cara seperti ini biasanya dalam bentuk tablet dan juga dalam bentuk serbuk, ditelan melalui mulut menuju kerongkongan selanjutnya ke lambung.
2. Melalui hidung dihirup (inhalasi).
3. Disuntik melalui pembuluh darah.

Masuknya narkotika akan merusak fungsi organ-organ tubuh vital manusia, yaitu jantung, ginjal, hati, paru-paru dan organ tubuh yang lain serta mempengaruhi peredaran darah, gangguan pernapasan, dan terutama pada mekanisme kerja otak (susunan saraf pusat). Hal ini akan meyebabkan kerja otak menjadi berubah dari biasanya (bisa meningkat atau menurun).

Narkotika yang ditelan akan masuk ke lambung, kemudian ke pembuluh darah. Kalau dihisap, zat yang diserap masuk ke pembuluh darah lewat saluran hidung dan paru-paru. Sedangkan yang masuk ke badan melalui cara disuntikkan, zat langsung masuk ke aliran darah selanjutnya darah langsung membawa zat itu ke otak.

Zat-zat kimia berbahaya yang masuk kedalam tubuh manusia baik melalui mulut, hidung atau lewat suntikkan semuanya di bawa lewat pembuluh darah menuju ke otak. Di dalam otak terdapat konfigurasi susunan saraf pusat (SSP) dengan fungsinya kalau diurutkan sangat kompleks pekerjaannya.

Dengan demikian narkotika berpengaruh pada bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan, perasaan yang dikenal dengan sistem limbus. Pusat kenikmatan pada otak (hipotalamus) adalah bagian dari sistem limbus.

Narkotika menghasilkan perasaan tinggi/high dengan mengubah susunan biokimia molekul pada sel otak yang disebut Neuro-transmitter.

Otak manusia kalau bekerja sesuai fungsinya harus dilengkapi alat untuk menguatkan rasa nikmat dan menghindarkan rasa sakit atau tidak enak. Hal ini untuk membantu kita memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti rasa lapar, haus, hangat dan tidur. Mekanisme seperti ini dikenal sebagai mekanisme pertahanan diri.

Kalau merasa nikmat, otak mengeluarkan neuro-transmitter yang menyampaikan pesan, zat ini berguna untuk mekanisme pertahanan badan. Untuk itu ulangi lagi pemakaiannya.

Kalau kita (seseorang) mengkonsumsi narkotika otak membaca tanggapan kita. Kita akan merasa nikmat, seolah-olah kebutuhan seperti ketika mengalami rasa lapar, haus, hangat dan tidur sudah terpuaskan. Otak merekam sebagai sesuatu yang harus dicari untuk diprioritaskan.

Akibatnya otak membuat program yang salah, mindset ini mengubah fungsi sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Seolah-olah kita memang sangat memerlukan narkotika sebagai pusat pertahanan diri, dengan kondisi seperti inilah yang membuat seseorang menjadi kecanduan narkotika.

Penyalahgunaan narkotika (dipakai diluar tujuan pengobatan dan hanya untuk menikmati pengaruhnya) kalau dilanjutkan terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, setelah itu akan mengakibatkan gangguan kesehatan baik jasmani maupun rohani, dan lebih daripada itu dapat menciptakan kematian secara sia-sia.

Disinilah terletak rahasia dibalik kenikmatan penyalahgunaan narkotika, narkotika membawa kenikmatan sesaat, kemudian menyebabkan kesengsaraan seumur hidup yang menuju pada kematian sia-sia.

Oleh karena itu sayangilah jiwa anda jangan sekali-kali menyalahgunakan narkoba, karena sekali tersentuh, kita akan terjebak dalam jeratan narkoba untuk terus menggunakannya dan sekali kita terjerat maka sulit untuk keluar atau bebas dari cengkeraman bahaya narkoba.

Untuk itu tidak ada kata terlambat bagi mereka yang telanjur menyalahgunakan narkotika segera melaporkan diri ke rumah Sakit/Puskesmas yang ditunjuk pemerintah agar direhabilitasi untuk dipulihkan dari ketergantungan narkoba.

Ingat Narkoba hanya racun
Yang menawarkan kesenangan semu.
Tolak narkoba sebelum celaka !

Oleh: Drs Abner B. Timisela MSi, Penulis adalah Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Maluku

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!