Sekilas Info

Generasi Milenial, Berprestasi Tanpa Narkoba

KELOMPOK pemuda, pelajar dan mahasiswa adalah kelompok generasi muda yang rentan terhadap peredaran gelap narkotika. Kelompok ini memiliki karakteristik tersendiri karena memiliki pertumbuhan secara fisik maupun psikhis yang berproses sesuai dengan ruang dan waktu untuk membentuk kestabilan dalam mencari jati diri menuju kepada suatu kondisi mapan untuk membentuk pribadi yang dewasa.

Proses dalam membentuk suatu kepribadian yang mapan tersebut memerlukan keterlibatan dan keterpaduan dalam suatu konsep pembinaan yang dilaksanakan secara teratur, terpadu dan berkesinambungan.

Proses atau tahapan-tahapan inilah yang mendorong seorang anak untuk menikmati kehidupan dari masa kanak-kanak sampai memasuki masa remaja dan melalui dinamika pengembangan diri manjadi manusia dewasa.

Pada berbagai berita terkini yang kita ikuti baik di media cetak , elektronik maupun media-media sosial, tingkat penyalahgunaan narkoba telah menyasar sampai kepada kalangan generasi muda bahkan pada anak-anak usia sekolah TK dan SD telah menjadi sasaran para pengedar narkoba agar dijadikan target untuk dipengaruhi agar memakai sekaligus menjadi pengedar barang haram dan mematikan ini.

Kondisi ini sangat menimbulkan keprihatinan akan kelangsungan masa depan generasi muda bangsa dan Negara Indonesia. Karena disadari bahwa generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan memegang tongkat estafet pembangunan masa depan bangsa dan Negara Indonesia tercinta.

Peran pelajar, pemuda dan mahasiswa dirasakan sangat penting untuk proses regenerasi kepemimpinan bangsa dan Negara karena bangsa yang kuat, Negara yang maju sangat ditentukan oleh tingginya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Seberapa besar SDM berkualitas yang dimiliki suatu bangsa tergantung pada tingkat kesejahteraan dan kesehatan yang dimilki oleh generasi mudanya serta keseriusan dalam menekuni ilmu pengetahuan yang merupakan tantangan global yang dialami sepanjang masa.

Pada awalnya pelajar yang mengkonsumsi narkoba dimulai dengan pengenalannya kepada rokok, dimana rokok sepertinya sudah menjadi hal yang wajar dikalangan generasi muda khususnya dikalangan pelajar telah menjadi sesuatu yang tren dan terkesan seorang pelajar kalau tidak merokok dapat dikatakan tidak gaul atau kurang pergaulan (kuper), merokok pada usia muda dianggap merupakan hal biasa dan dijumpai di kota-kota besar maupun di daerah pedesaan.

Hal ini terjadi karena kurangya pengetahuan yang dimilki tentang resiko bahaya yang diakibatkan karena merokok pada usia yang lebih muda, sehingga rokok dan minuman keras sering dijadikan sebagai pintu masuk bagi seseorang untuk menyalahgunakan narkoba dalam jenis dan bentuk yang lain dan lebih berbahaya (narkotika jenis ganja, sabu dan ekstasi).

Disamping itu usia pelajar dan mahasiswa adalah usia yang rentan untuk mencari jati diri membentuk karakter kepribadian yang mapan, disinilah merupakan faktor utama pemicu atau pendorong agar seorang pelajar dapat melakukan ujicoba atau mencoba sesuatu hal yang baru yang dimulai dari merokok.

Faktor lain yang mendorong seorang pelajar untuk menyalahgunakan narkoba adalah pergaulan dengan teman sebaya yang telanjur menyalahgunakan narkoba atau pergaulan dengan para pengedar narkoba. Pergaulan dengan para pemakai narkoba cenderung terdorong untuk mencoba memakainya serta tidak sedikit dari antara mereka yang awalnya hanya sebagai pengguna narkoba kemudian bergeser menjadi pengedar barang haram tersebut.

Perlu diketahui untuk dipahami bahwa dampak negatif yang diakibatkan dari penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar adalah sebagai berikut :

  • Perubahan dalam sikap perangai dan kepribadian.
  • Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan menurunnya prestasi belajar yang dapat dilihat pada menurunnya nilai-nilai pada mata pelajaran (bidang studi) yang diikuti.
  • Sering menguap,mengantuk dan malas
  • Tidak mempedulikan kesehatan diri.
  • Suka menipu
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba.

Di Indonesia pecandu narkoba pada usia pelajar menunjukkan perkembangan yang cukup pesat yang menyasar pada anak usia 11 sampai 24 tahun dan usia seperti ini merupakan usia produktif yang dibentuk melalui kompetisi dalam proses belajar baik di tingkat pendidikan formal, informal, dan non formal yang semuanya membentuk karakter kepribadian yang tangguh serta menentukkan masa depan yang gemilang.

Seorang pelajar/mahasiswa yang telanjur menyalahgunakan narkoba yang dioperoleh adalah kegagalan dalam study yang berimplikasi pada putus sekolah atau gagal kuliah yang pada akhirnya masa depan menjadi suram serta tidak produktif lagi.

Narkoba adalah bahan atau zat yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf serta dapat merubah kepribadian seseorang dari yang baik menjadi semakin buruk, narkoba adalah sumber dari segala tindakan criminal yang dapat norma dan ketentraman umum, menimbulkan dampak negative baik secara fisik maupun psichis yang tercemar dengan bahan berbahaya bagi kesehatan tubuh dan jiwa.

Menyalahgunakan narkoba dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan masa depan suatu bangsa. Bahaya penyalahgunaan semua jenis narkoba bagi tubuh manusia dapat terlihat melalui beberapa factor antara lain :

  • Depresan: Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
  • Halusinogen: Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
  • Stimulan : Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama kelamaan fungsi sarafnya akan rusak dan dapat menyebabkan kematian secara sis-sia.
  • Adiktif : Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar selalu dapat mengkonsumsinya. Jika pemakai pemakai tidak bisa mendapatkan narkoba untuk mengkonsumsinya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).

Oleh karena itu diharapkan kepada kalangan generasi muda bangsa Indonesia (pelajar, mahasiawa dan pemuda) di daerah maluku agar dapat menghindari diri dari penyalahgunaan narkoba serta fokus untuk belajar dengan tekun dan tingkatkan kreativitas untuk mencapai suatu masa depan yang gemilang tanpa narkoba.

Penulis ; Drs A. Timisela MSi, Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Maluku
Penulis:

Baca Juga