Sekilas Info

Terdakwa Pembunuhan di Ahuru Ambon Divonis 10 Tahun Penjara

satumalukuID - Pengadilan Negeri Ambon akhirnya menghukum Perancis Siburian alias Frans alias Obet (46), warga Ahuru RT 03/RW 016, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dengan pidana sepuluh tahun penjara dalam persidangan yang digelar, Kamis (7/2).

Pria 46 tahun ini, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban, Milens Selano alias Irens pada 31 Oktober 2018 lalu. Perbuatan terdakwa melanggar ketentuan Pasal 338 tentang kekerasan.

Sidang pembacaan putusan dipimpin majelis hakim yang diketuai Pasti Tarigan didampingi dua hakim anggota, Jenny Tulak dan Felix R. Wuisan. Sedangkan terdakwa didampingi Penasehat Hukumnya, Thomas Wattimury.

Pidana penjara yang dijatuhi majelis hakim itu, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambon, Siti Darniati yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara dua belas tahun.

Untuk diketahui, peristiwa pembunuhan ini bermula saat saksi Saul Biloro bersama korban dan beberapa orang lainnya sedang duduk bermain kartu di rumah korban.

Mereka mendengar terdakwa mengeluarkan kata-kata makian dari dalam rumahnya. Namun korban bersama rekan-rekannya tidak mempedulikan terdakwa, mereka lantas lanjut bermain kartu.

Tiba-tiba terdengar terdakwa memaki korban, setelah mendengar hal itu saksi bersama korban dan rekan-rekannya menghentikan permainan kartu tersebut.

Beberapa menit kemudian, korban berteriak menanyakan alasan dirinya dimaki. Saat itu korban sedang berada di pinggir jalan. Saksi Biloro kemudian meminta korban untuk kembali ke rumahnya dan tidak memperbesar persoalan tersebut. Namun korban menolak dan kembali ke jalan sambil, memaki terdakwa.

Saat itu terdakwa terlihat keluar dan berjalan dari samping rumahnya sambil membawa sebilah pisau, sempat terjadi perkelahian antara korban dan terdakwa.

Namun dengan menggunakan sebilah pisau yang dibawanya terdakwa langsung menikam korban dan mengenai leher bagian kiri korban, sehingga korban langsung terjatuh dan tersungkur di jalan raya.

Melihat korban terjatuh, terdakwa kemudian pergi meninggalkan korban. Melihat kejadian tersebut, saksi Biloro kemudian berupaya menolong korban. Namun nyawa korban sudah tidak berhasil tertolong.

Terhadap putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. (MG-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!