Sekilas Info

Pelaku Pembunuhan Sadis Tiga Warga di Buru Selatan Ditahan

satumalukuID - Pelaku pembunuhan sadis di Desa Waelikut Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan (Bursel), yang menewaskan tiga warga setempat, akhirnya berhasil diringkus polisi

Hal ini disampaikan Kasubag Humas Polres Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai, Minggu (3/2).

Namun, untuk motif pembunuhan itu kepolisian masih belum mengetahuinya

“Motif dan nama pelakunya saya belum ketahui pasti, karena masih melakukan komunikasi dengan teman-teman di lapangan, nanti saya kabari lagi. Yang pasti pelakunya telah ditangkap kurang dari 24 jam, pasca aksi pembunuhan yang dilakukannya,” ujar Syamsi.

Seperti diberitakan pembunuhan sadis terjadi Sabtu 2 Februari 2019, sekira pukul 18.30 WIT, di Desa Waelikut Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan yang menewaskan tiga warga setempat.
Ketiga korban adalah Fauzan Pontororeng (7) meninggal dunia karena mengalami luka potong di bagian wajah, Irma Seleky (37) alami luka potong pada bagian leher, dan seorang balita (1) meninggal dunia karena mengalami luka potong pada bagian punggung belakang.

Kepala Pemuda Desa Waelikut, Darwis, menambahkan bahwa sekitar pukul 18.30 WIT mendengar teriakan masyarakat yang melihat korban pertama Fauzan Pontororeng kemudian yang bersangkutan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Waelikut.

Mendapat laporan tersebut, kepala Desa Waelikut langsung melaporkan kejadian kepada pihak Polsek Waesama.

Pada saat kejadian penemuan korban, Fauzan Pontororeng, beberapa masyarakat merasa curiga karena melihat bercak darah yang mengarah ke rumah almarhum Alim Nurlatu, kemudian masyarakat datang di rumah Alim Nurlatu dan melempari rumah dengan batu.

Pada saat itu didapati ke dua korban korban lain atas nama Irma Seleky dan 1 Balita.

Menurut keterangan warga bahwa pada saat masyarakat melempari rumah sempat terlihat bayangan pelaku yang melarikan diri lewat pintu belakang rumah dan langsung masuk ke arah hutan.

Berdasar hasil olah TKP sementara oleh pihak kepolisian bahwa kemungkinan pelaku setelah melakukan pembunuhan pertama di rumah almarhum Alim Nurlatu terhadap kedua korban Irma Seleky dan 1 balita (belum diketahui identitas) lalu pelaku keluar rumah dan mendapati korban atas mama Fauzan Pontororeng yang sedang duduk di kursi teras rumahnya yang berjarak kurang lebih 10 meter.

Kemungkinan pelaku merasa takut kalau korban telah melihat pelaku keluar dari rumah sehingga pelaku langsung menebas korban pada bagian wajah hingga meninggal di tempat.

Pada saat kejadian pembunuhan korban Fauzan Pontororeng bahwa di sekitar korban saat itu sepi dan korban sedang sendirian di rumah karena kedua orang tua korban masih berada di Namlea.

Sementara itu, Irma Seleky, satu dari tiga korban pembacokan di Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, ternyata kepalanya putus ketika ditebas pelaku .

“Pasca kejadian, anggota Polsek Waesama masuk ke dalam rumah almarhum Alim Nutlatu, itu ditemukan dua korban, Irma Seleky dan anak dari Au Nurlatu. Kondisi Irma mengalami putus kepala dalam keadaan terlentang.

AKIBAT CEMBURU

Insiden berdarah tersebut, diduga akibat cemburu, sehingga Nela Nurlatu, pemuda Desa Waelikut, Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan itu nekat menghabisi ponakan dan tantenya, Sabtu (2/2) sekitar pukul 18.30 WIT.

Informasi yang diperoleh langsung dari masyarakat desa setempat, peristiwa pembunuhan ini diduga karena Nela Nurlatu bersama kakaknya Au Nurlatu menaruh hati kepada istri muda paman mereka, almarhum Alim Nuraltu yang diketahui bernama Irma Seleky (18).

Perebutan istri bungsu paman mereka ini, berujung maut disebabkan karena sang adik (Nela Nurlatu) cemburu karena sang janda Irma Seleky lebih memilih kakaknya Au Nurlatu dibandingkan dirinya.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai kepada Suara Maluku menjelaskan kronologi kejadian pembunuhan terjadi pada, Sabtu 2 Februari 2019 sekitar Pukul 18.30 WIT.

Saat itu, saksi Fina Soamole saat berada di teras rumah tiba-tiba melihat pelaku yang mana saksi tidak mengetahui nama pelaku tersebut, namun hanya melihat pelaku memotong korban Fauzan Pontororeng yang saat itu duduk di kursi dengan menggunakan sebilah parang sebanyak dua kali hingga korban tersandar di atas kursi.

“Melihat hal tersebut, saksi Fina langsung berteriak tutup pintu, tutup pintu sambil berlari masuk ke dalam rumah, tepatnya di dapur kemudian saksi Jaima Soamole (ibu dari saksi) bertanya ada apa namun saksi Safina menjawab tutup pintu, tutup pintu,” ujar Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Dede Syamsi Rifailalu dikutip dari pesan Whatsappnya.

Kemudian, saksi Jaima menuju ke pintu samping untuk mencari tahu apa yang terjadi, lalu saksi Jaima keluar dari rumah tepatnya di bawah pohon jambu kemudian saksi melihat ke arah rumah Abdul Haji Holimombo berarak kurang lebih 20 meter dan melihat saat itu korban Fauzan Pontororeng sudah tersandar di atas kursi.

“Setelah itu saksi langsung masuk ke rumah lalu berteriak salah satu nama saksi Ucu.. Ucu..Ucu Ojan.. lalu saksi Yusuf Samet keluar rumah lalu bertanya kepada saksi Safina ada apa? jawab saksi Safina, Ojan dapat potong,” ujarnya.

Mendengar hal tersebut saksi Yusuf Samet berlari menuju rumah keluarga korban dengan maksud memberitahukan peristiwa tersebut dan sampai tepatnya di depan rumah Sekdes Wailikut saksi Yusuf bertemu saudara Hasan Wael (keluarga dari korban).

Setelah itu saksi langsung balik ke rumah, dan pada pukul 19.00 WIT, saksi melihat banyak orang di depan rumah almarhum Alim Nurlatu yang mana saat itu saksi Yusuf mendengar teriakan-teriakan dari warga.

“Saat itu Yusuf mendengar teriakan dari warga dalam bahasa daerah yang berarti keluar dari rumah, keluar dari rumah yang mana maksud dari teriakan tersebut meminta untuk pelaku keluar dari rumah karena diduga pelaku bersembunyi di dalam rumah almarhum Alim Nurlatu,” katanya.

Sekitar pukul 19.30 WIT anggota Polsek Waesama tiba di TKP (Rumah almarhum Alim Nurlatu), kemudian membubarkan masa lalu mengamankan TKP dan pada saat anggota Polsek Waesama masuk ke dalam rumah tersebut ditemukan dua korban yakni Irma Seleky dan anak dari Au Nurlatu yang sudah tidak bernyawa.

Kondisi korban Irma Seleky mengalami putus kepala dan dalam posisi terlentang.

Selain itu, salah satu saksi Samsudin Bugis menjelaskan bahwa saksi Lenggang Latbual menyampaikan kepada saksi Priket Latbual bahwa Nela Nurlatu yang memotong (menebas) anak dari Au Nurlatu.

Untuk diketahui yang tinggal di rumah Alim Nurlatu adalah Nela Nurlatu, Au Nurlatu, Irma Seleky, Mama Lenggang, dan anak Au Nurlatu yang baru berusia 1 tahun.

Informasi terakhir yang diperoleh, saat ini Polres Pulau Buru sudah mengamankan Nela Nurlatu yang diduga melakukan pembunuhan sadis itu.

“Polres Pulau Buru telah berhasil mengamankan diduga pelaku kasus pembunuhan atas nama Nela Nurlatu dan telah diamankan pada Minggu 3 Februari 2019 Pukul. 15.45 WIT dan sementara dibawa menuju ke Mapolres Pulau Buru di Namlea,” ujar Ipda Dede Syamsi Rifai.

Sedangkan untuk motif pembunuhan, dirinya mengaku masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk motif pembunuhan masih dalam lidik dan saya masih menunggu tim yang ada dil apangan,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Pulau Buru AKBP Ricky Purnama Kertapati pun membenarkan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan tersangka pembunuhan.

“Tersangka NN sudah diamankan oleh anggota Polres Buru. Saat ini menuju Polres,” kata Kapolres kepada media ini via pesan Whatsappnya, Minggu (03/02). (MG-01/BS-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!