Sekilas Info

Bupati Thaher Hanubun Membuka Persidangan ke-21 Jemaat GPM Anugerah Ohoijang

Bupati Thaher didampingi Sekretaris Majelis Pekerja Klasis Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Pdt. Ny. I.J.K Kolyaan, S.Th. dan Ketua Majelis Jemaat GPM Anugerah Ohoijang l, Pdt. G.H. Anakotta membuka persidangan jemaat GPM Anugerah Ohoijang (Siprianus Yanyaan)

satumalukuID - Bupati Maluku Tenggara (Malra) Muhamad Thaher Hanubun menghadiri dan sekaligus membuka Persidangan XXI Jemaat GPM Anugerah Ohoijang, Minggu.

Saat membuka persidangan itu, Bupati Thaher didampingi Sekretaris Majelis Pekerja Klasis Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Pdt. Ny. I.J.K Kolyaan, S.Th. dan Ketua Majelis Jemaat GPM Anugerah Ohoijang l, Pdt. G.H. Anakotta.

Dalam sambutannya, bupati menyatakan sidang jemaat merupakan forum sekaligus lembaga pengambilan keputusan tertinggi di tingkat jemaat GPM, dan merupakan kegiatan tahunan.

Namun, jangan dimaknai sebagai rutinitas seremonial belaka, tetapi forum pergumulan yang sangat strategis bagi pelayanan keumatan di jemaat.

"Di dalamnya terdapat proses evaluasi yang terstruktur secara berjenjang terhadap keseluruhan dinamika pelayanan yang sudah dilewati, dan merencanakan arah pelayanan bagi kemulian nama Tuhan," katanya.

Menurut Thaher, peserta sidang tidak boleh terperangkap dalam nuansa rutinitas penyelenggaraan sehingga melupakan hakekat dan tujuan penting yang ingin dicapai bersama.

Hal itu penting karena perencanaan yang berkualitas lahir dari adanya evaluasi yang komperhensif dan berkualitas pula.

Persidangan jemaat adalah sebuah proses pembelajaran bagaimana menumbuh kembangkan sebuah sistem dan mekanisme pembinaan dan pembangunan umat yang ditopang oleh perencanaan partisipatif yang baik.

Thaher juga menegaskan, tema persidangan "Allah kehidupan tuntunlah kami membela dan merawat kehidupan" dengan sub tema "Muliakanlah Tuhan dengan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat dan keutuhan bangsa" sejalan dengan tantangan pembangunan bangsa bahkan daerah Malra saat ini.

Tantangan tersebut di antaranya masalah kemiskinan dan pengangguran, serta masih rendahnya mutu pendidikan dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Pemda, kata Thaher, memberikan perhatian serius terhadap tantangan-tantangan itu melalui pelaksanaan visi pembangunan bersama demi terwujudnya masyarakat Malra yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan.

"Semua akan kami wujudkan melalui program-program prioritas dengan dukungan masyarakat. Pemda tidak dapat berbuat banyak tanpa dukungan dari segenap komponen masyarakat termasuk Gereja," kata Thaher.

Ia optimistis persidangan jemaat GPM Anugerah Ohoijang mampu secara arif melakukan evaluasi terhadap program-program kerja sesuai rencana strategis jemaat yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya, serta mampu untuk merumuskan dan menetapkan program-program kerja yang berkualitas untuk satu tahun ke depan, yang dapat menunjang program-program Pemda bagi kesejateraan masyarakat di daerah ini.

Thaher mengungkapkan, dalam APBD Kabupaten Malra, Pemda menghibahkan Rp600 juta bagi lembaga pendidikan di bawah naungan GPM yakni SMP dan SMA Anugerah, dan soal ketersediaan tenaga guru juga menjadi perhatian serius Pemda bersama instansi terkait.

Menyangkut pembangunan Gereja Protestan di Langgur, ibu kota Malra, Thaher menyatakan hal itu juga menjadi perhatian serius Pemda dan direncanakan pada tahun 2020.

"Tahun ini kita berupaya untuk menyelesaikan pembangunan dua Gereja Katolik yakni Gereja Katedral Langgur, dan Gereja St Josep Ohoijang," katanya.

"Hal lain yang juga menjadi perhatian Pemda adalah adanya Gedung Pesparawi di Malra. Karena itu, kita upayakan mencari lahan untuk pembangunannya serta anggarannya," katanya menambahkan.  (jimmy ayal)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!