Sekilas Info

SUPM Waiheru Ambon Kembali Raih Penghargaan Terbaik

satumalukuID - Setelah sebelumnya mendapat peringkat kedua nasional dalam kategori Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM), Kepala SUPM Negeri Waiheru Ambon, Achmad Jais Ely ST MSi kembali membuat lembaga yang dipimpinnya mendapat penghargaan terbaik dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Maluku di Hari Bhakti Perbendaharaan 2019.

Prestasi yang dicapai Achmad Jais Ely bersama staf dan dewan gurunya sempat juga membawa SUPM Negeri Waiheru Ambon di tahun 2019 mendapat predikat akreditasi "A" plus dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Maluku.

Bukan hanya itu berbagai prestasi lainnya yang dicapai SUPM Negeri Waiheru dibawah kepemimpinan Achmad Jais Ely juga mendapat perhatian dan pioner para pejabat Kementrian Kelautan dan Perikanam (KKP) untuk menjadikan SUPM sebagai Badan Layanan Umum (LBU).

Meskipun masih dalam proses pentahapan namun jika hal tersebut sudah mendapat dukungan penuh sebagai lembaga pendidikan yang bisa mengelola keuangan sendiri atau BLU , akan menjadi catatan sejarah Indonesia sebagai sekolah pertama yang dipercayakan jadi BLU. Hal ini menjadi catatan prestasi sebagai putra daerah yang dipercayakan KKP mengelola SUPM Negeri Waiheru Ambon.

Terkait dengan penghargaan dari KKPN Maluku, Ely yang ditemui di ruang kerjanya Senin (28/1/2019) mengakui, kalau lembaga pendidikan yang dipimpinnya sebagai satker terbaik dalam pelaporan keuangan 2018.

"Dari Amal Bhakti Perbendaharaan tahun 2019 itu KKPN memberikan award atau penghargaan, satker-satker yang melaksanakan pentahapan melalui perancanaan sampai pada tingkat penetapan anggaran 2018 dan saya sempat kaget nama SUPM dipanggil sebagai satker terbaik dalam pengelola anggaran 2019 se Maluku," ungkapnya.

Dikatakan, penghargaan atau prestasi yang dicapai SUPM Waiheru Ambon, itu sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan komitmen dari pimpinan pusat serta berbagai standar ketentuan dari keuangan dan KKPN Maluku dengan didasari dengan rasa kerbersamaan untuk saling melihat dan membangun pendidikan.

"Itu bisa tercapai jika ada, Komunikasi, Kerjasama dan Koordinasi dengan istilah 3T, itu rumus saya yang selalu dipakai untuk bekerja, bagaimana peringkat pertama dalam penyelenggara keuangan negara guna mempertanggungjawabka­­n penggunaan anggaran yang ada di SUPM Waiheru Ambon dalam pagu besar kurang lebih Rp 19 miliar didukung dengan 3T," ungkapnya.

Ely mencontohkan, jika dalam pencairan anggaran oleh bendahara, itu masuk dalam satu proses perencanaan lebih dulu yang nantinya akan dibuktikan dengan barang atau kegiatan yang dilaksanakan, bahkan penggunaan anggaran tersebut sesering harus di update dalam bentuk laporangan keuangan.

Oleh sebab itu, pencapaian penghargaan prestasi yang dicapai dari KKPN Maluku, itu sudah melalui proses penilaian yang mencakup 12 item diantaranya, perencanaan dianggap baik lantaran tidak ada revisi secara berulang-ulang, pertanggungjawaban keuangan tepat waktu, komitmen pimpinan dan tidak ada pagu minus sampai akhir tahun.

"Ada uang Rp 100 ribu anggarannya digunakan untuk beli satu karton Aqua, tapi kami tidak habiskan uang itu, namun kami beli dengan harga Rp 75 ribu dan sisanya kami kembalikan sisanya ke negara, nah itu kinerjanya, sehingga salah jika dikasih anggaran tapi yang dibeli Rp 120 ribu, itu yang salah," contohnya.

Untuk reward yang dicapai SUPM Negeri Waiheru Ambon, itu diberikan KKPN Maluku kepada Satker dibawah wilayah kerja KKPN Ambon oleh Plh Dirjen Perbendaharaan yang sebelummya di tahun lalu meraih peringkat IV.

Dengan demikian apa yang telah dicapai SUPM Ambon, kata Ely, akan tetap mempertahankan prestasi yang dicapainya dengan tetap mengacu pada 3T sehingga dalam pengelolaan uang negara tetap tepat waktu sehingga apa yang diharapkan akan tercapai menuju SUPM yang bersih dari nepotisme dan korupsi. (SM-10)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!