Sekilas Info

Anak 14 Tahun di Ambon Digilir Tiga Pemuda, Dua Tersangka Ditahan, Satu Masih Dikejar

satumalukuID - Kejadian tragis dialami seorang anak perempuan berusia 14 tahun berinisial IWA. Dia yang masih di bawah umur itu, digagahi tiga pria secara terpisah. Saat ini, polisi telah menahan dua pelaku di Rutan Mapolres Ambon. Sementara satu tersangka lain yakni Y hingga kini masih dalam pengejaran Satreskrim Mapolres Ambon,

Kasus yang menimpa seorang gadis belia dengan inisial IWA (14), baru dilaporkan secara resmi oleh keluarga korban pada Selasa (22/1/2019) lalu. Korban digagahi secara bergantian oleh tiga pemuda, dengan inisial SA, MA dan Y yang merupakan warga Kota Ambon.

Kasubag Humas Polres Ambon Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (28/1/2019), mengungkapkan kasus yang menimpa korban IWA oleh tiga pemuda, secara resmi sudah dilaporkan di Polres Ambon untuk diproses secara hukum.

“Terkait kasus ini dua tersangka SA dan MA sudah ditahan di Rutan Mapolres Ambon untuk mempertanggungjawabk­­an perbuatannya, sementara tersangka Y hingga kini masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

Kaisupy menjelaskan, kasusnya berawal saat korban sedang berdiri di Jalan Jenderal Sudirman Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau. Tersangka SA datang dengan kendaraan bermotor kemudian menawarkan korban untuk jalan-jalan dan korban pun ikut ajakan SA.

“Korban kemudian naik diatas motor, keduanya jalan-jalan menuju Jembatan Merah Putih (JMP), setelah dari JMP kemudian SA menuju di salah satu penginapan Puncak Asmara di kawasan Gunung Malintang, sampai di penginapan SA kemudian memesan salah satu kamar dan terjadi persetubuhan,” jelasnya.

Hasrat untuk menikmati gadis belia, bukan saja dinikmati SA, tetapi SA kemudian membawa korban di depan Hotel Santika, SA lantas menyerahkan korban ke salah satu tersangka lain dengan inisial MA. Tersangka MA membawa korban di kawasan Kebun Cengkeh tepatnya di satu rumah kosong bekas kantor pemerintahan dan langsung melakukan persetubuhan.

Usai puas MA menggagahi tubuh korban itu, MA kembali memperkenalkan korban kepada salah satu temannya lagi dengan inisial Y. "Tersangka Y sempat menanyakan korban dari MA, dan mengakui korban masih di dalam rumah kosong. Tidak lama tersangka Y masuk kedalam kemudian melakukan persetubuhan,” ujarnya.

Usai tersangka Y melampiaskan sahwatnya, Y membawa kembali korban kepada tersangka pertama SA.

Kendati persetubuhan diilakukan atas suka sama suka, namun karena korban masih dibawah umur, maka ketiga tersangka tetap diproses hukum.

“Dalam aturan korban masih dibawah umur, maka ketiga tersangka akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tutupnya. (MG-01).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!