Sekilas Info

Ekspor Kepiting Bakau Hidup Langsung dari Ambon ke Malaysia dan Singapura Capai 5 Ton

Foto ilustrasi kepting bakau

satumalukuID - Provinsi Maluku kembali mengekspor komoditas kepiting bakau hidup sebanyak 5 ton secara langsung dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, ke negara tujuan Malaysia dan Singapura, Jumat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Elvis Pattiselanno mengatakan ekspor kepiting bakau hidup memanfaatkan jasa maspakai Garuda Indonesia tujuan Jakarta pada penerbangan Jumat siang.

"Ekspor ini yang kedua kali, menyusul perdana sebanyak 1,1 ton pada 12 Januari 2019," ujarnya.

Kepiting bakau hidup ini dipasok dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, yang memiliki populasi jenis biota laut nonikan melimpah.

"Jadi UD Putri Desi selaku eksportir memasoknya dari Dobo ke Bandara internasional Pattimura, selanjutnya diekspor langsung ke Malaysia dan Singapura melalui Jakarta," kata Elvis.

Dia mengemukakan, ekspor langsung kepiting bakau hidup yang tidak melalui lagi Makassar atau Surabaya strategis bagi pengembangan perekonomian Maluku.

"Maluku sebenarnya dirugikan dengan sejumlah komoditas yang dipasok ke Surabaya, selanjutnya baru diekspor sehingga tidak memiliki nama di label barang," ujar Elvis.

Dia mengakui, para konsumen dari China sebenarnya berminat juga terhadap kepiting bakau hidup Maluku, tetapi ekspor UD Putri Desi masih membenahi sejumlah dokumen.

"Pastinya, pasar ekspor saat ini menjanjikan untuk kepiting bakau Maluku sehingga tinggal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis membina para nelayan di Kabupaten Kepulauan Aru maupun lainnya memanfaatkan peluang usaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Elvis.

Disinggung peluang komoditas lain, dia menjelaskan, sedang dijajaki hasil hutan, terutama damar dan kayu.

"OPD teknis Pemprov Maluku melakukan rapat kemarin (Kamis) yang dihadiri salah satu eksportir dari Surabaya, dan ternyata diberitahu bahwa pada 2018 sebanyak 600 ton damar dipasok ke ibu kota Provinsi Jawa Timur," ujar Elvis.

Kegiatan ekspor dari Ambon menuju sejumlah negara tujuan merupakan hasil kerja sama antara Disperindag Maluku bersama Kanwil Bea dan Cukai Maluku, Badan Karantina Ikan, serta PT Angkasa Pura melalui kesepakatan bersama ekspor terpadu yang dikenal dengan "pelayanan 247".

Pelayanan ekspor 247 artinya semua pihak siap memberikan pelayanan selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu tanpa libur hingga produk ekspor tiba di negara tujuan.

Sistem pelayanan ini juga menjamin seluruh dokumen ekspor yang dibutuhkan dapat diselesaikan dalam waktu cepat termasuk saat barang akan diberangkatkan melalui pelabuhan maupun bandara di Ambon menuju negara tujuan. (Alex Sariwating/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!