Sekilas Info

Asosiasi Petani Cengkeh dan Pemprov Maluku Utara Bangun Pabrik Minyak Kelapa

satumalukuID - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Maluku Utara melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Malut untuk membangun pabrik minyak kelapa pada Maret 2019.

Ketua DPD Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia Malut, Sayuti A Karim di Ternate, Kamis, mengatakan, pabrik itu harus dibangun melalui kerja sama dengan investor dari India dan hal ini sudah dilakukan pada 12 Desember 2018.

"Kedatangan investor asing ini supaya bisa membangun pabrik minyak kelapa dan itu salah satu solusi penurunan harga kopra yang terjadi di Malut," katanya.

Ia mengatakan, sudah dilakukan survei secara keseluruhan di Malut dan akan ditindaklanjuti pada Maret 2019 di Halmahera Utara (Halut). Pabrik minyak kelapa ini akan bisa menampung sebanyak 40 ribu tenaga kerja.

"Kelapa ini juga akan diolah menjadi produk turunan lain, salah satunya adalah sabun, sabut kelapa, air kelapa, tampurung, dan sebagainya, sehingga semua memiliki nilai jual yang tinggi, agar mampu menjawab masalah yang dialami oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Khairun Ternate Dr Muhktar Adam menuturkan, jika menginginkan produk kelapa tetap memiliki nilai jual seharusnya jangan hanya berpatokan pada kopra, tetapi harus ada produk turunan semisalnya nata decoco, tepung kelapa dan lain sebagainya.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah industri kecil menengah untuk mengelola kelapa penjadi produk turunan lain," katanya.

Dengan demikian, tidak ada ekspor kopra di luar daerah Malut, sebab membangun salah satu industri di Malut tidak membutuhkan anggaran yang besar, hanya sekitar Rp200 juta.

Apalagi, kata dia, banyak kebijakan yang ditawarkan untuk menangani harga kopra atau produk lain dari kelapa. (abdul fatah/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!