Sekilas Info

Sekwan DPRD Ambon Tuding Staf Ahli Fraksi Kurang Beretika dalam Pemberitaan Media

satumalukuID - Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Ambon, Eky Silooy menuding para staf ahli fraksi kurang beretika dalam pemberitaan di media.

Tudingan Sekwan terkait dengan pemberitaan media adanya dugaan pemotongan gaji staf ahli fraksi di DPRD Kota Ambon.

Kepada wartawan di kantor DPRD Kota Ambon kawasan Belakang Soya, Rabu (23/1l), Silooy menyatakan, dirinya merasa kecewa dengan pernyataan staf ahli lewat pemberitaan media, dengan alasan pengangkatan staf ahli fraksi itu dilakukan dirinya selaku Sekwan.

"Yang angkat mereka siapa, kan beta selaku Sekwan. Mengapa dia tidak berkomunikasi dengan beta yang angkat dia, dan mengapa dia harus berkomunikasi dengan wartawan, tar tau etiket. Tulis disitu tar tau etiket. Bilang beta yang bilang," kata Sekwan dengan dialek Ambon sehari-hari.

Menurutnya, kalau staf ahli mengetahui Sekwan yang angkat dia, harusnya bertanya kepada Sekwan. Bukan dengan cara omong ke wartawan.

"Ini budaya apa yang dikembangkan. Sekolah tinggi-tinggi. Tetapi kalau model macam begitu, apa yang diharapkan dari generasi seperti sekarang ini," sindirnya.

Tapi yang pasti, Silooy menjelaskan semua orang harus mengetahui, bahwa semua orang di Indonesia yang punya penghasilan diatas Rp 2 juta, itu wajib kena PPH.

"Kan itu penghasilan, harus dipotong PPH. Jadi kalau model begini, kita mau harap apa dengan orang-orang yang model seperti itu. Apa sekarang yang bersangkutan masih menjadi staf ahli atau sudah tidak lagi," tanya Sekwan.

Menurutnya, kita lihat peran staf ahli di DPRD. Ini sebenarnya bukan bongkar rahasia. Peran mereka di DPRD ini, lebih banyak itu cuma kalau ada mau biking kata akhir fraksi, mereka datang untuk membantu menyusun kata akhir fraksi, ketika mau ada rapat Paripurna.

"Mestinya lebih dari itu, contoh kita itu kan ada pembahasan Ranperda dan lain-lain, mestinya mereka juga bisa diminta masukan oleh fraksi yang bersangkutan, agar supaya orang-orang fraksi yang ada didalam Pansus bisa menerima masukan dari mereka ini," ujar Silooy yang terkesan menyindir staf ahli sekalian dengan fraksi-fraksi..

Saat disinggung wartawan, apakah ada sanksi, jika mereka staf alhi yang tidak pernah hadir di DPRD, ia katakan, belum ada sanksi. Karena itu merupakan urusan fraksi-fraksi yang bersangkutan.

"Mestinya juga, masing-masing fraksi harus tegas kepada para staf ahlinya. Kalau belum apa-apa. Tidak ada cek and ricek, lalu muncul di koran," kesalnya. (SM-10).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!