Sekilas Info

Meski Belum Bisa Setor PAD Maluku 2018, Kondisi Keuangan PD Panca Karya Mulai Membaik

Dirut PD Panca Karya Antonius Sihaloho

satumalukuID – Kondisi  Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya dibawah kepemimpinan Anthonius Silhaloho sebagai Direktur Utama (Dirut) secara perlahan mulai membaik.

Meskipun  tanggungjawab perusahaan untuk berkontribusi meningkatkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Maluku tahun 2018 belum bisa direalisasikan, namun hak-hak karyawan termasuk THR yang mengalami penundaan pembayaraan, kini semuanya sudah terbayar.

"Sejak saya ditunjuk dan dilantik bulan September 2018, gaji karyawan dan THR belum dibayar semua. Setelah bertugas kurang lebih tiga bulan, hak-hak karyawan yang menjadi tanggungjawab perusahaan, sudah diberikan semua. Bahkan untuk biaya oprasional sudah bisa ditanggulangi sendiri sehingga bisa dikatakan kondisi berangsur-angsur sudah mulai membaik," ungkap Dirut PD Panca Karya Anthonius Silhaloho di ruang kerjanya, Rabu (23/1).

Dikatakan, sejak baru memimpin perusahan dari enam kapal milik Panca Karya hanya terdapat satu kapal yang beroperasi. Lima lainnya ada yang menjalani masa perawatan doking  dan empat lainnya dalam kondisi rusak lantaran keterbatasan anggaran.

Kini kondisi kapal-kapal tersebut sudah mulai beroperasi dan hanya tinggal satu yang masih dalam proses doking, termasuk beberapa bus yang selama ini digunakan sebagai transpotasi darat.

"Jadi sewaktu saya terima mandat dari pejabat lama, kondisi kas perusahaan minus dan utang, tetapi secara perlahan dan dibantu staf lainnya akhirnya semua permasalahan sudah bisa kami atasi dan kondisi laba lagi sementara dihitung meskipun hanya untuk operasional perusahan," jelas Silhaloho.

Sementara untuk memenuhi target 2019 dalam pencapaian PAD sesuai kesepakatan DPRD dan Pemprov Maluku sebesar kurang lebih Rp 2,8 miliar, pihaknya akan kembali membuka tiga bidang usaha dari yang sudah berjalan tiga bidang usaha antara lain, transportasi, perbengkelan dan kehutanan.

Sementara untuk tiga bidang usaha lain yang akan dikembangkan di tahun 2019 antara lain bidang PU,  pertanian dan perikanan.

"Sesuai Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang bidang usaha PD Panca Karya, terdapat enam bidang usaha dari yang sebelumnya hanya tiga yang jalan, tahun ini tiga lainnya sudah bisa jalan agar bisa mencapai target PAD yang telah ditetapkan," ungkapnya.

Untuk memenuhi ketiga bidang usaha tersebut kata Silhaloho, pihaknya saat ini sedang melakukan revisi struktur organisasi dalam sistim keadiministrasian bidang tersebut.

Pengembangan perusahan nantinya bukan hanya tertuju pada pengembangan enam bidang usaha, tetapi juga akan bergerak di bidang jasa konstruksi.

Dimana hal tersebut ditandai dengan sudah dilakukan kerja sama dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understand (MoU) antara pihak Pertamina dengan perusahan asing Prancis PT Solotance Baci dengan nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun.

Menyinggung soal adanya informasi karyawan di PHK secara sepihak, hal itu dibantah Silhaloho, bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan PHK karywan, tetapi yang terjadi itu hanya pada karyawan yang bekerja dengan menggunakan sistim kontrak atau ada perjanjian masa kerja waktu tertentu. Sehingga jika ada yang masa kontraknya sudah selesai, maka secara otomatis masa kerjanya sudah jatuh tempo.

Namun jika masa kontraknya sudah selesai dan ingin bekerja kembali yang bersangkutan harus kembali mengikuti seleksi yang disertai dengan melengkapi dokumen sesuai dengan keahlian masing-masing.

"Di kita ini ada dua sistim kerja, ada yang organik dan ada yang dikontrak. Jadi yang kemarin terjadi itu karyawan kontrakan, tapi kalau mereka mau kerja kembali, harus ikut seleksi kembali dengan dilengkapi dokumen sesuai keahliannya. Contoh kalau di kapal harus ada buku pelaut, kita sekarang ini mau terapkan menajemen dan sistim tata kelola yang baik," ujarnya. (SM-10­).

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!