Sekilas Info

Yayasan Salele Maluku Serahkan 70 Paket Bantuan Sosial ke Lembaga dan Masyarakat

Yayasan Salele menyerahkan bantuan untuk sejumlah sekolah, rumah ibadah, Organisasi keagamaan dan masyarakat kecil di Maluku (Jimmy Ayal)

satumalukuID - Yayasan Salele Maluku menyerahkan 70 paket bantuan sosial kepada sejumlah sekolah, tempat ibadah dan organisasi keagamaan serta masyarakat kecil yang tersebar di lima kabupaten dan kota di provinsi Maluku.

Penyerahan bantuan yang dirangkai dengan seminar sehari bertema "Pemberdayaan Ekonomi Mikro Dalam Memperkuat Ekonomi Keluarga" yang berlangsung di Ambon, Selasa, dihadiri anggota Komisi VII DPR-RI, Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends.

Ketua Yayasan Salele, Alexandro Haurissa, mengatakan, bantuan yang diserahkan kepada berbagai komponen tersebut diperoleh dari sumbangan berbagai pihak serta swadaya anggota yayasan tersebut.

Bantuan yang diserahkan yakni komputer sebanyak 20 unit, mesin jahit 11 unit, serta masing-masing 20 mesin pemarut kelapa dan pemarut sagu. "Bantuan tersebut lebih banyak diserahkan untuk pihak sekolah, gereja, masjid dan organisasi keagamaan maupun kelompok masyarakat ekonomi lemah," katanya.

Bantuan tersebut diantaranya didistribusikan di Kota Ambon berupa delapan unit komputer, Maluku Tengah empat komputer, 10 unit mesin pemarut sagu, lima unit pemarut kelapa dan 11 unit mesin jahit, Seram Bagian Barat (SBB) berupa mesin pemarut sagu dan pemarut kelapa masing-masing lima unit dan Maluku Tenggara Barat lima unit mesin pemarut kelapa.

Sedangkan di Kepulauan Aru bantuan yang diserahkan berupa tujuh unit komputer serta masing-masing lima unit mesin pemarut kelapa dan pemarut sagu.

Menurutnya, bantuan yang diserahkan tersebut merupakan yang terbesar pertama sejak yayasan tersebut didirikan tahun 2016 dan dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan kreativitas dalam mengembangkan usaha produktif sesuai kearifan lokal, memberdayakan masyarakat dalam peralihan teknologi, membangun dan mengembangkan kelompok kerja masyarakat.

Selain itu untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berusaha, pertumbuhan ekonomi mikro, menurunkan jumlah keluarga miskin melalui pemberdayaan kelompok usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui fasilitas pendukung berbasis teknologi serta memperlancar proses administrasi.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut, katanya, lebih memfokuskan kerja dan kegiatan mereka untuk mengadvokasi masalah-masalah sosial kemasyarakat, keagamaan dan masalah kemanusiaan, dengan sasaran utama menggali dan mengembangkan sumber daya ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan sumber daya manusia melalui usaha-usaha teratur terencana dan berkesinambungan.

Disamping itu meningkatkan dan membangun SDM serta fasilitas pendidikan dan kemasyarakatan demi tercapainya upaya peningkatan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia di Maluku maupun Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR-RI, Mercy Chriesty Barends dalam kesempatan tersebut mengapresiasi program bantuan yayasan Salele yang baru berdiri tiga tahun terakhir, karena dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan SDM berkualitas penataan administrasi berbasis teknologi.

Bantuan tersebut juga diharapkan berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan taraf hidup masyarakat kecil, terutama kelompok-kelompok penerima.

Mercy juga berjanji memanfaatkan jaringan kerja yang dimilikinya sebagai legislator untuk membantu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh yayasan Salele maupun LSM lain yang ada di Maluku di masa mendatang, termasuk memanfaatkan peluang-peluang kerja sama yang ada untuk meningkatkan peran dan sungsi lembaga-lembaga sosial.

Kendati demikian, Mercy yang sebelumnya berlatar belakang sebagai pekerja sosial mengingatkan pimpinan dan anggota yayasan untuk mengerti dan memahami sungguh esensi dari "kemanusiaan" sebagai landasan pijak gerakan dan kinerja LSM.

Para pekerja sosial, katanya, harus memiliki rasa solidaritas yang tinggi serta berempati terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Jika tidak turun sampai ke level bawah, tidak berkeringat bersama masyarakat dan merasakan penderitaan bersama mereka, maka jangan berharap bisa menjadi aktivis kemanusiaan," demikian Mercy Barends. (jimmy ayal/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!