Sekilas Info

Warga Kurang Mampu Penerima Kartu Ambon Sehat Diverifikasi dan Diidentifikasi Lagi

satumalukuID -  Dinas Kesehatan Kota Ambon, Maluku sementara melakukan verifikasi dan identifikasi penerima Kartu Ambon Sehat (KAS).

"Saat ini kita masih melakukan verifikasi dan identifikasi penerima KAS, mengingat jumlah masyarakat kurang mampu yang terdaftar sebagai penerima sebanyak 8.100 jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Ambon, Wendy Pelupessy, di Ambon, Sabtu.

Ia menyatakan, tahap awal pada Februari 2018 pihaknya telah menyalurkan sebanyak 7.500 KAS yang diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu.

KAS diberikan kepada warga yang kurang mampu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis di setiap pusat layanan kesehatan di kota Ambon.

Dia mengatakan KAS sama seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) hanya dibiayai APBD Kota Ambon untuk membantu warga yang kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan.

Masyarakat penerima KAS, kata Wendy, dapat berobat secara gratis di setiap pusat layanan kesehatan di kota Ambon.

"Jika dalam pemeriksaan ada warga yang menderita penyakit yang tidak terlayani dalam KAS maka harus dirujuk ke layanan kesehatan tingkat provinsi maupun ke luar daerah," ujarnya.

Wendy menjelaskan, sebanyak 8.100 warga penerima KAS merupakan masyarakat kurang mampu yang proses pendataannya dilakukan secara transparan bahkan melalui proses verifikasi yang ketat.

Data Pemkot Ambon, sebanyak 17 ribu jiwa warga kurang mampu ini akan diupayakan agar di tahun 2020 seluruh warga kurang mampu terdata dalam program KAS.

"Kita berupaya jumlah warga kurang mampu yang tedata dalam program KAS bertambah, tetapi semua disesuikan dengan anggaran," tandasnya. Pihaknya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan data warga yang berhak menerima KAS. Kerjasama dilakukan dengan BPJS karena memiliki data keluarga miskin, selain itu juga dibantu relawan di setiap Puskesmas di lima kecamatan di kota Ambon untuk melakukan pendataan.

"Petugas turun langsung di masyarakat untuk melakukan survei, hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti masyarakat yang memang masuk dalam kategori kurang mampu, sehingga kartu yang dibagikan, juga tepat sasaran," kata Wendy. (Penina Fiolana Mayaut/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!