Sekilas Info

Perekaman KTP Elektronik di Maluku Masih 79,95 Persen, Kemendagri Jemput Bola Kirim Sukeralawan

Tim sukarelawan perekaman KTP elektronik yang akan bertugas di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Papua dan Papua Barat. (foto; Puspen Kemendagri)

satumalukuID – Progres perekaman KTP
Elekteronik di Provinsi Maluku baru mencapai 79,95 persen. Akibatnya, Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan
Pencatatan Sipil melakukan program jemput bola, yakni dengan menerjunkan tim
sukarelawan untuk secara langsung melakukan perekaman KTP elektronik di Maluku.

Selain Maluku, Tim Kemendagri juga
melakukan jemput bola di empat provinsi lain yakni, Provinsi Sulawesi Barat yang
cakupan perekaman baru 77,80 persen, Maluku Utara 79,44 persen, Papua barat
64,18 persen dan Papua 37,98 persen.

Minggu (20/1/2019), Direktorat
Jenderal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri
melepas 138 relawan yang akan melaksanakan "penjemputan bola"
perekaman KTP elektronik.  

"Hari ini kami
melepas 138 relawan dalam program gotong-royong jemput bola perekaman KTP
elektronik untuk lima provinsi yang cakupan perekaman KTP elektroniknya masih
dibawah 85 persen," kata Dirjen Dukcapil Arif Zudan Fakrulloh dalam acara
Apel Pelepasan Tim Gabungan Pusat dan Daerah Dalm Rangka Jemput Bola Perekaman
KTP-elektronik di Kantor Ditjen Dukcapil, Kemendagri.

Zudan mengatakan 138 relawan akan dibagi menjadi empat tim dan disebar di lima provinsi yakni Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat dan Papua.

Secara teknis, Zudan
menyampaikan bahwa tugas para relawan adalah mendata siapapun warga negara yang
memenuhi syarat perekaman KTP elektronik, yakni berusia 17 tahun ke atas atau
sudah pernah menikah. Dia mengatakan proses pencetakan sudah bisa dilakukan 30
menit hingga satu jam. "Jadi setelah dicetak akan langsung
dibagikan," ujar Zudan.

Dia mengatakan tim
relawan juga akan dibekali dengan peralatan perekaman serta akan membawa genset
untuk mengantisipasi listrik mati saat jemput bola perekaman KTP elektronik
berlangsung. "Relawan akan membawa 42 set alat. Selebihnya akan disediakan
dari daerah," jelasnya.

Dia juga meminta jemput bola
perekaman KTP elektronik di lima provinsi tersebut tidak membedakan atau
"pandang bulu" terhadap asal penduduk.

"Kalau ditemukan penduduk yang
bersangkutan bukan orang wilayah di lima provinsi itu, jangan ditolak, gunakan
rekam domisili," kata Zudan.

"Misalnya ada orang Tegal sedang
bertugas di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tolong dipenuhi perekamannya.
Dukcapil dengan standar yang sama bisa menjadi perekat NKRI," jelas Zudan

Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dalam
acara pelepasan relawan mengatakan perekaman KTP elektronik saat ini telah
mencapai 97,21 persen. Jumlah penduduk yang belum terekam sebanyak kurang lebih
5,38 juta. Lima provinsi yang akan menjadi sasaran jemput bola perekaman KTP
elektronik, seluruhnya masih di bawah 85 persen dari sisi perekaman.

"Dengan upaya gotong-royong dan partisipasi relawan, kami ucapkan terima kasih. Mohon relawan memedomani apa yang telah digariskan, untuk melakukan perekaman tidak hanya pada penduduk setempat, kalau ada penduduk lain jangan ditolak," kata Hadi Prabowo. (Rangga Pandu Asmara Jingga/ant)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!